Menanam Buah, Cara Walikota Tomohon Mengisi Waktu di Masa Pandemi

2 mins read
Walikota Tomohon mulai memetik beberapa hasil tanaman di pekarangan rumahnya

TOMOHON – Ketika masa pandemi Covid-19 datang, sebagian besar orang harus lebih memilih menghabiskan waktu di rumah ketimbang beraktivitas di luar. Hal itu juga dialami Caroll Senduk yang kini sudah menduduki jabatan Walikota Tomohon sejak dilantik 26 Februari 2021.

Lantas bagaimana cara Caroll mengisi waktu di rumah ketika sedang masa pandemi. Ternyata suami tercinta Jeaned’Arc Karundeng adalah memanfaatkan lahan di rumahnya untuk menanam dan merawat tanam buah.   

“Awal pandemi saya mulai memanfaatkan lahan di rumah untuk menanam buah. Selain mengisi waktu luang, juga berupaya bisa memperoleh hasil untuk dinikmati. Syukur saat ini tanaman jeruk dan jambu yang saya tanami lalu sudah bisa dipanen,” ungkap alumnus SMA Negeri 1 Manado tahun1988 ini kepada media ini ketika sedang memetik beberapa buah yang ditanam pada pekarangan rumahnya di Kakaskasen Tomohon Utara, Kamis(4/3/2021).

Dikatakan ayah dari tujuh anak ini, tanaman buah yang ditanaminya variatif, tapi yang baru bisa dipanen kini Jeruk dan Jambu.

“Bibit berbagai macam tanaman sebenarnya ada di dapur kita samua. Tinggal bagaimana memanfaatkan apa yang ada menjadi sesuatu yang berguna, apakah untuk diri kita maupun orang lain. Karena berkebun meski di rumah sendiri juga bisa membuat kita sehat,” tukas Wali Kota pilihan rakyat ke 3 di Tomohon yang berulang tahun tanggal 20.

Lulusan Fakultas Hukum Unsrat tahun 1995 ini menambahkan, jika hal itu pun sebagai bagian dari komitmennya dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Apalagi bercocok tanam adalah salah satu kegemarannya.

“Ini ada sangkut pautnya dengan pepatah barang siapa setia dalam perkara kecil, pastinya akan setia terhadap perkara besar. Karena mewujudkannya dengan mulai dari yang terdekat dengan diri kita, yakni menanam beberapa pohon buah, merawatnya dengan baik. Sabar dan telaten, pasti kita akan memetik hasil yang baik pula. Dari hal kecil ini bisa diajarkan ke lingkungan terdekat, seperti keluarga dan siapa saja di sekitar kita,” tambah lelaki kelahiran 20 Januari di Malang Jawa Timur pada 52 tahun silam.

Karena menurut alumni SD II dan SMP Don Bosco Bitung ini, meskipun disadari akan menjalani tugas yang berat ke depan, tidak membuatnya mengesampingkan apa yang telah dikerjakannya terlebih dahulu.(zakaria)

Latest from Same Tags