Paus Doakan Korban Bom Katedral Makasar, KWI Minta Umat Katolik dan Masyarakat Tetap Tenang

2 mins read
Paus doakan dan mengajak untuk mendoakan para korban bom di depan Gereja Katolik Katedral Makasar (foto ist)

KANALMETRO.com – Pasca terjadinya peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katolik Katedral Makasar, Paus Fransiskus mendoakan para korban. Paus pun mengajak seluruh umat ikut mendoakan.

“Mari kita doakan semua korban kekerasan, khususnya korban penyerangan pagi ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar. Semoga Santa Perawan Maria yang rahmatnya selalu mendahului kita di jalan iman, senantiasa menolong kita,” ungkap Paus dalam sapaan pada Doa Angelus di Basilika Santo Petrus Vatican, Minggu (28/3/2021) waktu setempat seperti dilansir dalam Karya Kepausan Indonesia.

HIMBAUAN KWI

Sementara Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menghimbau kepada seluruh umat Katolik dan masyarakat untuk tetap tenang. Serta tentunya tidak terprovokasi oleh serangan bom bunuh diri itu. Hal itu disampaikan Ketua Komisi Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi  Waligereja Indonesia (HAK-KWI) Mgr Yohanes Harun Yuwono dalam siaran persnya.

Pertama, keprihatinan, doa, dan dukacita mendalam atas peristiwa yang menciderai rasa kemanusiaan seluruh bangsa, yang telah mengakibatkan adanya korban luka-luka.

Fakta menarik dan bermanfaat

Kedua, peristiwa bom bunuh diri tersebut bukan hanya menjadi keprihatinan umat Katolik semata, melainkan keprihatinan seluruh bangsa dan negara Indonesia.

Ketiga, kecaman keras atas tindakan bom bunuh diriyang merendahkan martabat manusia, menghancurkan nilai-nilai kemanusiaan, dan menambah daftar panjang tindakan terorisme di bumi Nusantara yang kita cintai.

Keempat, himbauan kepada seluruh umat Katolik dan seluruh  masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.

Kelima, seruan kepada seluruh umat dan masyarakat untuk tidak takut dan resah, namun tetap waspada.

Keenam, himbauan agar tidak ada di antara kita yang memposting gambar atau video tentang peristiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Ketujuh, kepercayaan penuh bahwa Pemerintah, TNI, dan Polri, mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di Makassar.

“Akhirnya kami berharap agar peristiwa ini tidak merusak atau melemahkan hubungan antara umat beragama dan kepercayaan yang selama ini terus menerus kita bangun, kita rawat, dan kita kembangkan. Semoga Allah senantiasa memberikan berkat damai sejahtera dan perlindungan-Nya kepada kita semua,” pungkasnya.(marcel).

Latest from Same Tags