23 July 2024

//

DPO Polres Bitung Roboh Diterjang Timah Panas

2 mins read
Tim Resmob berhasil membekuk pelaku yang merupakan DPO Polres Bitung karena kasus penganiayaan. (Foto ist)

BITUNG – Pelarian lelaki DS alias Dandi (22) warga Girian, Kota Bitung, Sulawesi Utara yang sebelumnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Bitung terhenti. Hal itu setelah tim Resmob Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Bitung melumpuhkan kedua kaki Dandi dengan timah panas, Selasa (13/4/2021). Tindakan tegas itu dilakukan karena ketika hendak dibekuk, pelaku mencoba menerobos dan kabur dari terkaman Polisi.

Penangkapan terhadap DPO Polres Bitung yang dicari sekitar hampir setahun lamanya dilakukan di sekitaran Kelurahan Girian Indah, Kecamatan Girian. Dimana sebelumnya pelaku dilaporkan dalam kasus penganiayaan menggunakan barang tajam jenis Samurai terhadap korban ER (22) di Kelurahan Manembo – nembo Bawah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, 19 Juni 2020.

Akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka robek di bagian tangannya lantaran sayatan samurai yang digunakannya ketika beraksi waktu itu. Oleh keluarga korban hal itu langsung dilaporkan ke Polsek Matuari, namun pelaku langsung kabur hingga masuk dalam DPO Polres Bitung.

“Pelaku merupakan salah satu orang yang masuk dalam DPO Polres Bitung. Usai diamankan langsung dibawah ke Mapolres Bitung guna diproses hukum lanjut atas perbuatan yang dilakukannya,” jelas Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frely Sumampouw.

Dijelaskan Sumampow jika penangkapan pelaku dilakukan setelah pihaknya melakukan pengembangan atas laporan polisi dari korban penganiayaan di Polsek Matuari nomor: LP/109/VI/2020/Sulut/Res-Bitung/Sek-Matuari, tertanggal 19 Juni 2020.

Kejadiannya ketika itu pelaku yang sudah dalam keadaan mabuk karena telah mengkonsumsi Minuman Keras (Miras) melakukan hal – hal yang sengaja untuk memancing keributan.

Bahkan dikatakan Sumampouw, pelaku kerap melakukan tindakan melawan hukum terlebih pidana di wilayah Kota Bitung. Diantaranya melakukan aksi Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) maupun penganiayaan. Sehingga menurutnya pelaku bukan sekedar DPO Polres Bitung, namun juga merupakan seorang residivis.

“Aksi – aksi pelaku memang sudah cukup meresahkan warga. Tercatat untuk aksi Curanmor dan penganiayaan masing – masing dilakukannya sebanyak satu kali,” pungkas Sumampouw.

Dirinya pun menegaskan jika pihaknya tak akan diam dengan hal – hal serupa yang dilakukan pelaku. Karena hal itu selain melanggar Pidana, namun juga mengganggu Keamanan dan Ketertiba Masyarakat (Kamtibmas).(marcel)

Baca juga : Pasangan Spesialis Curanik di Bitung Diamankan

Latest from Same Tags