Inovasi Pdt Azer Roeroe, Hadirkan ‘Pramuwisata’ Sejarah Gereja Sion Tomohon

4 mins read
Pengunjung GMIM Sion Tomohon menerima penjelasan terkait sejarah gereja, pada Sabtu (5/6/2021)

TOMOHON – Situs bersejarah religi di Kota Tomohon Gereja Sion sebagai cikal bakal lahirnya Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM). Nilai historis tinggi mengenai kehidupan beragama di tanah Toar Lumimuut. Dengan itu, membuat begitu banyak kalangan baik warga GMIM maupun penganut agama lainnya terpikat mengunjungi salah satu gereja tertua di Sulut. Apalagi bangunan gereja ini masih sama dengan saat awal ditahbiskan pada 23 Februari 1930. Ketua jemaat GMIM Sion Tomohon Pdt Azer Senduk Roeroe berinovasi dengan menyiapkan ‘pramuwisata’ sejarah Gereja Sion Tomohon.

Langkah konkritnya, pada Sabtu (5/6/2021) saat Jemaat GMIM Betania Teling Tingkulu yang mengadakan napak tilas injil masuk di tanah Minahasa HUT pekabaran Injil dan Pendidikan Kristen ke 190 mendapat kesempatan perdana menerima pemaparan asal-usul Gereja Sion Tomohon.

Saat berkunjung ke Gereja Sion bukan hanya sekedar mengabadikan momen berada di tempat berdirinya GMIM, melainkan mendapatkan pengatahuan sejarah gereja.

Pdt Azer Senduk Roeroe mengakui, langkah ini sebagai upaya melestarikan perjalanan historis mengenai gereja yang menjadi ikon GMIM ini.

“Tentunya maksud dan tujuan ini bukan sebatas memperlihatkan bagaimana keadaan bangunan fisik dan berbagai barang bersejarah yang masih digunakan, melainkan juga memberi pengetahuan latar belakang sejarah gereja Sion maka dari itu menggandeng pegiat sejarah yang mengerti dan memahami setiap referensi yang ada terkait Gereja Sion,” jelas Pdt Roeroe yang juga merupakan ketua FKUB Tomohon ini.

Presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri saat berpidato di mimbar gereja Sion Tomohon pada 8 Agustus 2016 silam

Mendapat tugas baru, Judie Turambi mengapresiasi dan berterima kasih akan tanggung jawab yang diberikan.

“Menerima tugas untuk menjelaskan kepada publik atau jemaat atau perorangan yang ingin cari tau, ‘Djemaat Moela Moela Tomohon’ dan Sejarah terbentuk, dimana bangunan gereja ini diarsiteki oleh siapa, dibuat tahun berapa, dan siapa siapa saja petinggi petinggi Republik Indonesia yang pernah mampir di Gereja Sion. Bahkan Gubernur Jenderal Belanda yang datang di Gereja Sion yang kala itu bernama Indische Kerk atau Gereja Protestan Hindia Belanda. Yang menarik akan diketahui siapa yang memberi nama Gereja Sion? ” jelas Turambi.

Memaknai tugas dan tanggung jawab yang diberikan, Turambi menuturkan sebagai orang beriman tentunya ini memberikan makna pribadi.

“Ini tugas baik dan panggilan Gereja yang juga bentuk sebuah pelayanan, tentunya lewat ini bisa memicu semangat bagi jemaat lainnya, sehingga bisa mewariskan hal positif terkait latar belakang gereja dan jemaat masing-masing,” harapnya.

Presiden RI Ir Soekarno berpidato di mimbar bersejarah gereja Sion Tomohon pada 30 September 1957 didampingi Pdt A Z R Wenas (foto : ist)

Selain itu, ditambahkanmya pula gereja ini memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Indonesia, dimana Presiden Soeharto dan Ibu Tien datang di Gereja Sion berkunjung ke kubur Pdt. A.Z.R Wenas pada Oktober 1967.

“Selain dibangun zaman Belanda, nilai historis lainnya juga terdapat pada Mimbar tua yang ada di dalam gereja Sion Tomohon memiliki kenangan tersendiri bagi keluarga Soekarno, dimana Presiden RI pertama Ir Soekarno pernah berpidato di situ pada 30 September 1957, tidak hanya itu, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan ibunda Ketua DPR RI saat ini Puan Maharani sempat melakukan hal yang sama dengan ayahnya pada 8 Agustus 2016 didampingi Ketua BPMS Pdt H WB Sumakul. Ini mencerminkan toleransi yang tinggi di tanah Minahasa mengingat tokoh-tokoh negara tersebut beragama muslim bisa berpidato di mimbar yang menjadi saksi bisu berdirinya GMIM,” tukas Turambi. (Wan)

Baca Juga : PDIP Tomohon Solid Bergerak Dukung Puan di Pilpres

Latest from Same Tags