/

Perayaan Paskah Umat Orthodox di Langowan Minahasa

2 mins read
Paskah Orthodox Minahasa
Usai Ibadah Paskah di Gereja Orthodox Desa Raringis, Langowan Barat, Minahasa, Minggu (24/4/2022) (foto dokumentasi umat)

KANALMETRO, MINAHASA – Sabtu (23/4/2022), Umat Orthodox Parokia Js Gregorius dari Nyissa di Desa raingis, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa melaksanakan Ibadah Liturgi Paskah.

Ibadah dalam rangka perayaan Kebangkitan Kristus dalam hari raya Paskah itu dipimpin Romo Michael Momongan selaku pimpinan Umat Orthodox di Parokia Js Gregorius dari Nyissa, Minahasa.

Dalam ibadah yang membacakan bacaan Injil dari bermacam – macam Bahasa diikuti pula oleh umat dari Parokia Js Stevanus dari Kilo tiga Amurang, Minahasa Selatan (Minsel).

Lilin sebagai simbol Terang Kristus (foto dokumentasi umat)

“Ibadah diawali dengan perayaan lilin sebagai simbol dari Terang Kristus yang menerangi semua umatNya,” kata Momongan sembari menjelaskan bahwa ibadah itu berlangsung selama enam jam, yakni dari pukul 22.00 hingga 04.00 Wita.

Dikatakannya pula bahwa Minggu (24/4/2022) dilaksanakan pula Ibadah Paskah sebagai lambang Kristus Telah Bangkit, dan benar Dia Telah Bangkit.

“Hari Kebangkitan Tuhan membawa sukacita kepada dunia. Sehingga itu adalah hari yang memberi terang tak terperikan telah tiba,” jelasnya.

Selain itu menurutnya tidaklah mungkin bahwa Kristus Juru Selamat yang secara berkuasa telah menjanjikan didalam pengajaranNya bahwa Ia akan membangkitnya umatNya yang beriman tidak akan membangkitkan diriNya oleh kuasaNya sendiri.

“Sebagai manusia Ia menderita, disalibkan dan dikuburkan. Tetapi sebagai Allah, Ia bangkit serta menganugerahkan pada kita hidup kekal yang tak terbinasakan dan tanpa akhir,” tukas Momongan.

Usai Ibadah Sabtu malam hingga Minggu Subuh (foto dokumentasi umat)

Sekedar diketahui bahwa agama Orthodox pertama masuk ke Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakni ketika tahun 2005, Romo Gregorius Adri Momongan seorang putra Desa Raringis kembali dari Jakarta,

Kembalinya Romo Greg (sapaan akrab Gregorius, red) adalah untuk memulai pelayanan penyebaran agama Kristen Orthodox di Sulut.

Langkah pertamanya dimulai dari tempat dirinya dilahirkan yakni di Desa Raringis, Langowan dengan menghadirkan Parokia (sebutan wilayah Gereja Orthodox, red) JS Gregorius dari Nyissa.

Dimana letak gerejanya sebagai pusat peribadatan kini sudah berdiri tegak di Desa Raringis Selatan. Namun baru sekitar tiga tahun melakukan pelayanannya, Romo Greg meninggal dunia pada 20 Februari 2008 .

Hingga akhirnya Romo Michael sebagai adik dari Romo Greg melanjutkan karya sang kakak. Sekitar tahun 2021 ada 10 Kepala Keluarga (KK) yang telah menjadi umat dalam Gereja Orthodox Parokia Js Gregorius dari Nyissa.

Latest from Same Tags