Kapolres Tomohon Minta Maaf Atas Tindakan Jemput Paksa Wartawan

2 mins read
Kapolres Tomohon bersama Wartawan
Dihadapan sejumlah wartawan, Kapolres Tomohon menyampaikan permintaan maaf atas tindakan jemput paksa, Senin (31/10/2022). KM-Wailan

KANALMETRO, TOMOHON – Kapolres Tomohon AKBP Arian Primadanu Colibrito meminta maaf atas tindakan sejumlah oknum anggotanya yang melakukan aksi jemput paksa terhadap wartawan setempat, Julius Laatung.

Permintaan maaf itu disampaikan Kapolres dihadapan sejumlah wartawan setempat serta perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulut dan Kota Tomohon termasuk korban jemput paksa, Senin (31/10/2022).

Menurut Kapolres masalah tersebut sudah selesai. Karena telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dan pihaknya telah meminta maaf kepada Julius beserta keluarganya.

“Atas nama Polres Tomohon dan pribadi saya juga meminta maaf karena membuat rekan-rekan media tak nyaman. Sekali lagi mohon maaf atas kejadian tersebut,” ujar Colibrito.

Kapolres juga memastikan, anak buahnya yang terlibat dalam penjemputan paksa tersebut akan diberikan teguran. Bahkan menurut Dia jika kini sudah dalam proses pemeriksaan di Propam Polda Sulut, lebih khusunya di unit Paminal.

“Apabila ditemukan ada kesalahan akan dilakukan tindakan disiplin. Dan ini merupakan kesalahan atau improsedural yang dilakukan anak buahnya. Karena mereka terlalu agresif maka jadi improsedural,” tambah Dia.

Dia pun mengakui jika mengetahui informasi adanya masalah tersebut dari salah satu wartawan yang menghubunginya.

Oleh karena itu dirinya berharap agar kedepan hubungan Polri, khususnya Polres Tomohon dengan rekan-rekan media bisa terus berjalan dengan baik.

“Mari kita terus bersinergi serta menjaga hubungan yang lebih baik lagi kedepannya. Saya berharap Polres Tomohon selama ini tak ada masalah dengan rekan-rekan media, kita mempunyai hubungan yang baik kerja sama yang baik,” harapnya.

Sementara itu, Julius mengatakan jika secara pribadi menerima permohonan maaf dari Kapolres Tomohon atas tindakan yang dialaminya.

“Pak Kapolres bagi saya selaku pimpinan yang sportif dan Ksatria. Beliau telah datang ke rumah dan meminta maaf. Saya secara pribadi serta manusia yang tak luput dari kesalahan, menerima permohonan maaf Pak Kapolres atas ulah sejumlah oknum anak buahnya,” kata Julius.

Namun begitu, dirinya menyebut tidak punya kuasa jika ada Intansi atau organisasi jurnalis tetap ingin melanjutkan masalah ini.

“Saya tidak memiliki kuasa, jika organisasi profesi yang ingin melanjutkan masalah. Namun saya berharap semoga masalah seperti ini menjadi yang terakhir kalinya menimpah bagi rekan jurnalis, bukan hanya di Sulut tapi seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Latest from Same Tags