24 February 2024

Keluarga Kyrie Massie Korban Tewas Lakalantas di Tomohon yang Dijadikan Tersangka Minta Kapolda Sulut Beri Keadilan

6 mins read
Keluarga Korban Lakalantas Tomohon
Orang tua dari Kyrie Massie korban Lakalantas yang dijadikan tersangka oleh Polres Tomohon, Kamis (30/3/2023). KM-Wailan

KANALMETRO, TOMOHON – Pihak Keluarga dari Kyrie Eleison Geovany Massie (14) yang menjadi korban tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara, 26 Mei 2022 namun dijadikan tersangka oleh aparat Polres Tomohon berharap Kapolda Sulut, Irjen Pol Setyo Budiyanto memberikan keadilan kepada mereka.

“Kiranya Kapolda Sulut bisa memberikan keadilan dan menegakkan hukum dengan mengambil alih dan membatalkan pemberhentian penyidikan serta penetapan tersangka oleh Polres Tomohon terhadap anak kami yang menjadi korban tewas dalam kejadian Lakalantas,” harap Ridel Massie dan Vivi Wongkar selaku pasangan orang tua dari almarhum Kyrie Eleison Geovany Massie saat ditemui pada rumah mereka di Kelurahan Wailan, Kamis (30/3/2023).

Namun apabila nantinya hasil dari gelar perkara khusus di Polda Sulut masih dengan status yang sama, yakni anak mereka tetap dijadikan tersangka. Maka langkah hukum praperadilan akan diambil.

“Sampai mati saya siap perjuangkan keadilan bagi anak kami,” tegas Ridel Massie.

Harapan itu disampaikan oleh pasangan tersebut setelah mendapat informasi jika Jumat (31/3/2023), peristiwa yang dialami oleh anaknya akan dilakukan gelar perkara di Polda Sulut.

Bahkan mereka mengatakan jika kemungkinan besar kuasa hukum yang dikuasakannya sejak 24 Maret 2023 atas kejadian ini yakni Marthin Simanjuntak, Kamarudin Simanjuntak dan Junifer Pandjaitan bakal hadir dalam gelar perkara tersebut.

Dimana para advokat yang tergabung dalam Martin Lukas Simanjuntak dan Partners merupakan tim kuasa hukum almarhum Brigadir Josua Nofriasyah Hutabarat.

“Anak kami yang menjadi korban tewas, tiba-tiba ditetapkan sebagai tersangka dan tak lama berselang langsung dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3),” keluh mereka.

Anehnya lagi jika penetapan tersangka dilakukan sesudah gelar perkara di Polres Tomohon pada 14 September 2022. Sedangkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) keluar sehari sesudah penetapan tersangka yakni 15 September 2022. Padahal kejadian Lakalantas itu telah terjadi sejak bulan Mei tahun 2022.

Atas hal itu, pihak keluarga pun melayangkan laporan Aduan Masyarakat (Dumas) Polda Sulut, Rabu (9/11/2022). Dan 2 desember 2022 dikeluarkan tanda terima. Selanjutnya Senin (27/3/2023) telah ada surat balasan atas Dumas tersebut.

Mereka juga menceritakan bahwa sempat syok setelah diundang mengikuti gelar perkara oleh Polres Tomohon, Rabu (14/9/2022) atau sekitar empat bulan sesudah kejadian. Karena saat itu Kyrie ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah berupaya mengklarifikasi yakni melakukan komunikasi dengan saksi yang menurut polisi pengakuannya sebagai alat bukti bahwa yang salah dalam kejadian tersebut yaitu Key (panggilan bagi Kyrie),” jelas mereka.

Padahal saksi yang juga merupakan warga setempat membantahnya bahkan bersumpah kepada keluarga bahwa tidak benar keterangan yang dikeluarkan Polisi dalam BAP sama dengan ucapannya dihadapan petugas.

Pihak keluarga pun coba melapor ke Hotman Paris 911 di Bandung Jawa Barat, menyurat ke Kompolnas, Menkopolhukam, Najwa Sihab dan Aiman Wicaksono.

“Sebagai orang Kristen, kami telah memaafkan pihak yang menabrak. Meski hingga saat ini mereka tidak melakukan permintaan maaf kepada kami,” tambah mereka.

Ayah Kyrie juga mengatakan bahwa Jen Poluan, warga Kelurahan Wailan mengaku jika dijadikan saksi oleh Polisi, tapi dalam keterangannya di BAP tertulis hal yang tak pernah disampaikannya.

“Dalam BAP tertulis saksi melihat korban mengendarai sepeda motor sambil mengangkat bola bagian depan. Padahal saksi mengakui kepada kami jika tak mengatakan itu,” kata Ridel yang juga menyebutkan bahwa saksi mengaku jika proses pembuatan BAP dilakukan oleh Polisi pada salah satu rumah warga Wailan, bukan di kantor kepolisian.

Sementara itu diperoleh informasi bahwa kejadian Lakalantas itu berawal saat korban sedang bersama teman – temannya. Lokasi mereka berada berjarak sekitar 20 meter dari tempat kejadian. Dan Kyrie hendak pulang ke rumah karena dipanggil kakaknya, karena motor yang dipakainya akan digunakan ayah mereka.

Tak lama kemudian warga memberitahukan jika Kyrie mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan dengan membonceng temannya Jibril Kananga dan Nirvand Matindas, sekitar pukul 22.00 Wita.

Dimana motor yang dikendarai almarhum terlibat tabrakan. Lawannya adalah motor yang dikendarai lelaki R warga Kelurahan Kayawu, Kecamatan Tomohon Utara dengan membonceng 2 orang.

Kyrie terpental di trotoar, sedangkan motor yang dikendarainya terseret beberapa meter. Sementara Jibril terpental sekitar 6 meter, sedangkan Nirvan sekitar 4.

Akibatnya, Jibril mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan sempat geger otak namun saat ini sudah sembuh. Nirvan mengalami luka ringan. Namun Kyrie beberapa jam sesudah kejadian menghembuskan nafas terakhir di RS Bethesda Tomohon.

Beberapa hari sesudah pemakaman, keluarga Kyrie membuat laporan di Mapolres Tomohon. Pihak keluarga pun berharap jika proses hukum atas kejadian tersebut bisa berjalan.

Meski perangkat Kelurahan Kayawu didampingi Lurah Wailan serta Kepala Lingkungan setempat sempat menemui keluarga Kyrie untuk menyatakan damai, 22 Juni 2022. Dimana pihak R menyatakan siap memberikan berapapun biaya yang diminta keluarga Kyrie akan disanggupi.

6 Agustus 2022, orang tua Kyrie diundang ke Polres Tomohon untuk dilakukan mediasi sebagai upaya Restorativ Justice. Namun langkah tersebut gagal, karena orang tua Kyrie tetap bersikukuh untuk melanjutkan laporan tersebut.

14 September 2022, diundang kembali untuk gelar perkara di Polres Tomohon. Beberapa saat sesudah gelar perkara almarhum Kyrie dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus lakalantas tersebut. Sehari sesudahnya keluar SPDP.

“Setiap surat yang keluar dari kepolisian sampai saat ini tidak ada dihantar langsung ke rumah kami. Melainkan kami yang harus berinisiatif mengambilnya ke Polres Tomohon,” pungkas mereka.

Latest from Same Tags