22 July 2024

/

Kasus DBD di Sangihe Hingga Medio November 2023, Empat Warga Dinyatakan Meninggal Dunia

1 min read
DBD Sangihe
Akibat gigitan nyamuk aedes aegypti, empat warga di Sangihe meninggal dunia karena penyakit DBD dengan jumlah kasus hingga medio November 2023 sebanyak 73. Foto: ilustrasi (Pexels)

KANALMETRO, SANGIHE – Dilaporkan hingga medio atau pertengahan bulan November 2023, ada empat warga di Kabupaten Kepulauan Sangihe meninggal dunia karena sebelumnya menjadi korban kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Selain itu, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sangihe mencatat pula ada 73 kasus DBD yang terjadi sejak bulan Januari 2023.

“Mayoritas kasus kematian terjadi pada anak-anak,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr Handry Pasandaran, Senin 27 November 2023.

Oleh karena itu menurut Dia kini pihaknya tengah fokus pada upaca pencegahan dengan menerapkan prinsip 3M (Menguras, Menutup dan Mengubur) plus terhadap masyarakat.

Langkah-langkah tersebut mencakup menutup tempat penampungan air, mengubur kaleng bekas yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali.

Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk menggunakan kelambu, membersihkan lingkungan sekitar secara rutin, menghindari menggantung pakaian yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan menggunakan obat anti-nyamuk. Tujuan utama dari langkah-langkah ini adalah mencegah kontak nyamuk dengan manusia.

Dengan harapan penerapan aksi 3M plus bisa dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu agar upaya pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan secara efektif. Dan tentunya dapat mengurangi populasi nyamuk secara alami, mengurangi potensi kasus demam berdarah, dan secara bertahap mengatasi masalah tersebut.

Reporter: Iwan Machmud

Editor: Fransiskus Talokon

Latest from Same Tags