25 July 2024

Strategi TP-PKK Minahasa dalam Percepatan Penurunan Stunting

2 mins read
PKK Minahasa
Ketua TP-PKK Minahasa, Djeneke Kumendong-Onibala, Selasa (28/11/2023). (foto: pemkab minahasa)

KANALMETRO, MINAHASA – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Minahasa, Djeneke Kumendong-Onibala mengatakan bahwa pihaknya mempunyai berbagai strategi dalam melaksanakan percepatan penurunan Stunting.

Hal itu disampaikannya dihadapan para camat dan hukum tua, serta perangkat desa yang hadir dalam kegiatan FGD Percepatan Penurunan Stunting melalui Perencanaan Pembangunan Desa, yang dilaksanakan oleh Dinas PMD Minahasa, di Hotel Mercure Tateli, Selasa 28 Novemver 2023.

Dia mengungkapkan sepuluh langkah keswadayaan PKK, yaitu ikut dalam proses perencanaan program. Ikut dalam pelaksanaan program dan kegiatan. Melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap proses kegiatan. Ikut dalam proses penilaian, evaluasi hasil-hasil program dan kegiatan pencegahan stunting. Serta melestarikan program dan kegiatan pencegahan stunting.

“Program PKK tidak mempunyai program tersendiri, namun 10 program pokok yang ada menajamkan semua program gubernur dan jajarannya agar lebih tajam dan dapat diaplikasikan secara nyata di lapangan,” ungkapnya.

Lanjut Dia menjelaskan, program PKK dalam penanganan stunting secara langsung yaitu mengawal perencanaan penggunaan dana desa. Terlibat dalam Musrembang penentuan anggaran di desa, kabupaten dan provinsi. Menggalang sumber dana lain yang legal. Memastikan fasilitas di posyandu tersedia sesuai standar. Memastikan kader posyandu berkompeten melayani warga.

“Kemudian, memastikan semua ibu hamil mendapat pelayanan sesuai standart. Memastikan ibu hamil naik berat badannya. Memastikan bayi dan balita dipantau pertumbuhannya. Memastikan pemberian makanan tambahan bagi yang terindikasi memerlukan pmt. Memastikan semua ibu hamil melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai secara gratis,” paparnya.

Sedangkan dalam penanganan stunting tidak langsung, lanjut Djeneke, yakni memastikan semua tercatat dalam dokumen kependudukan untuk memudahkan mendapatkan bantuan sosial. Mengawal ketersediaan pangan dalam rumah tangga melalui pemanfaatan pekarangan, pertanian dan perikanan. Mengawal UMKM berkembang di desa untuk meningkatkan perekonomian.

“Selanjutnya, meningkatkan ketrampilan warga yang berdampak peningkatan ekonomi, misalnya makanan lokal, souvenir dan lain-lain. Peningkatkan kualitas sarana paud di desa, mengembangkan koperasi di desa, mencegah trafficking, mencegah pernikahan dini, pembinaan usaha kecil dalam rumah tangga, mengembangkan lingkungan yang bersih dan sehat, mengembangkan rumah sehat dan layak huni, jambanisasi dan lain-lain,” pungkasnya.

Latest from Same Tags