22 July 2024

Berikut Sejumlah Program Unggulan Tahun 2024 Dinkes Sangihe, Penurunan Stunting Jadi Fokus

2 mins read
Handry Pasandaran
Kepala Dinkes Kabupaten Kepulauan Sangihe dr Handry Pasandaran, Kamis (17/11/2022). (foto dok KM)

KANALMETRO, SANGIHE – Selama tahun 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sangihe telah menyiapkan sejumlah program unggulan untuk dilaksanakan.

Dari sejumlah program unggulan yang disiapkan untuk tahun 2024 ini, penurunan angka Stunting pun menjadi fokus utama dari Dinkes Sangihe.

“Menurunkan prevalensi Stunting hingga angka dibawah 14 persen menjadi fokus kami. Termasuk program peningkatkan cakupan 12 indikator standar pelayanan minimal (SPM),” kata Kepala Dinkes Sangihe, dr Handry Pasandaran, Kamis 1 Februari 2023.

Karena menurut Dia, SPM harusnya mencapai 100 persen, sedangkan hingga sekarang ini baru 90. Sehingga dalam tahun 2024 akan diupayakan 12 indikator tersebut akan membaik.

Selain itu Dia mengatakan hal lain yang menjadi perhatian pihaknya diantaranya transformasi pelayanan primer. Dimana Puskesmas yang dulunya manual, kedepan akan beralih ke digitalisasi dengan menggunakan eletronik rekam medik. Dimana sistem yang disiapkan akan terintegrasi dengan aplikasi.

Sehingga ada satu sistem ditiap Puskesmas yang terintegrasi dengan Dinkes. Dan hal itu kini sedang dalam persiapan, rencananya dilaunching bulan April 2024.

Bukan saja itu, tahun inu juga pihaknya akan mengeliminasi penyakit Frambusia. Sambil tetap memperhatikan penyakit prioritas seperti pengendalian TBC, Malaria, DBD, penyakit tidak menular diabetes dan hipertensi.

“Ini akan menjadi PR bersama. Kami akan tetap mengupayakan cakupan pelayanan tahun ini akan lebih baik dari sebelumnya,” tambah Dia.

Mantan Dirut RSD Liun Kendage Tahuna ini juga menambahkan, untuk program fisik tahun 2024, Dinkes akan fokus pada rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) yang tersebar di sejumlah wilayah. Dimana pekerjaannya secara bertahap karena menyesuaikan dengan kemampuan keuangan.

“Sedikitnya ada 20 sampai 22 Pustu yang akan direhabilitasi, termasuk perbaikan fasilitas. Serta penambahan alat-alat penunjang Kesehatan. Kita juga menempatkan bidan dan perawat ditiap Pustu sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjangkau dan diharapkan jauh lebih baik,” pungkas Dia.

Editor: Fransiskus Talokon

Latest from Same Tags