22 July 2024

Bawaslu Sulut  Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di GMIM Siloam Tonsea Lama 

KANALMETRO, MINAHASA – Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif tahapan kampanye pemilu 2024 lewat forum warga, Selasa (05/12) dilangsungkan di Gereja GMIM Siloam Tonsea Lama. 

Kali ini, sasaran yang disambangi adalah warga gereja GMIM wilayah Tondano IV. Kegiatan juga dihadiri kapolsek Tolimambot, camat, lurah dan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda. Sejumlah nara sumber dihadirkan dalam kegiatan sosialisask tersebut, seperti Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi) Jerry Sumampouw, presidium JADI Sulut, Jhonny Suak serta plt Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Sumampow.

Kepala Sekertariat Bawaslu Sulut, Aldrin Christian saat membuka kegiatan mengatakan, ada beberapa titik sosialisasi yang digelar Bawaslu Sulut dalam menyambut tahapab kampanye pemilu 2024, termasuk di Tondano untuk forum warga. 

“Kiranya forum ini bisa berdampak luar biasa untuk tahapan pemilu yang sedang berjalan, ” ucap Aldrin. 

Dalam kesempatan ini, plt ketua Bawaslu Sulut berharap kepada forum warga untuk dapat membantu bawaslu melakukan pengawasan pada setiap tahapan pemilu. 

“Saat ini masuk tahapan kampanye yang pasti ada potensi pelanggaran-pelanggaran yang akan terjadi, seperti politik uang, hoax isu zara dan lainya. Kami ingin mengigatkan lewat forum warga untuk dapat membantu bawaslu pada setiap tahapaan pemilu, ” kata Erwin Sumampow. 

Ia mengatakan, dengan personil yang terbatas, Bawaslu memang tidak akan mampu melakukan pengawasan pemilu, maka perlu ada pola strategis dari bawaslu untuk menyampaikan sosialisasi pengawasan.

 “Lewat forum warga dapat membantu bawaslu pada setiap tahapan pemilu.Warga gereja bisa membantu bawaslu dalam melakukan pengawasan partisipati. Silahkan laporkan ke Panwas jika ada politik uang atau pelanggaran pemilu karna semuanya ada konsekuensi pidana, “ucap mantan personil bawaslu Minahasa ini. 

Ketua presidium JADI, Jhony Suak mengatakan, pegawaaan pemilu tidak akan optomal jika tidam melibarkan masyarakat.

“Karna personil bawaslu hanya 5 orang, pengawas di desa/kelurhan juga hanya satu orang. Secara kasat mata tentu tidak akan mampu mengawasi sendiri dengan berbagai macam caleg dari berbagai tingkatan. Sehingga dasar penguatan pengawasan pemilu di berikan kesempatan kepada entitas-entitas masyarakat, gereja dll untuk terlibat dalam mengawasi, “terang Suak. 

Sementara itu, dirut TePI, Jerry Sumampow menambahkan, bahwa kita sering terfokus di hari H penilihan. Padahal kata dia, tanpa disadari banyak hal menarik saat proses tahapan pemilu yang berjalan. 

Untuk itu, peran strategis yang bisa dilakukan m, yakni kita harus menjadi pemilih cerdas.

“Tidak terjerat dengan politik identitas, Menolak politik uang. Jangan melegalkan kejahatan. Memilih berdasarkan treck rekord,” ujarnya seraya menegaskan, sosialisasi di Gereja ini merupakan satu terobosan Bawaslu Sulut untuk selalu menginformasikan tentang pemilu 2024 yang diharapkan menjadi mitra pengawasan atau kontrol sosial terhadap dugaan potensi setiap pelanggaran yang akan terjadi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dengan aktivnya peserta melakukan tanya jawab dengan personil bawaslu maupun dengan para nara sumber.