14 July 2024

Harkitnas Tomohon
Peringatan Harkitnas di Tomohon (foto pemkot)

Lumentut Inspektur Upacara Harkitnas di Tomohon

KANALMETRO,  TOMOHON – Dalam momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 114, Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut menjadi Inspektur dalam upacara yang diselenggarakan pada Jumat (20/5/2022) bertempat di halaman Mall Pelayanan Publik Kota Tomohon.

Dalam kesempatan tersebut, Lumentut membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang Pada tahun ini, “Ayo Bangkit Bersama” menjadi tema peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai bentuk seruan agar kita bisa bangkit bersama dari pandemi COVID-19 yang sudah melanda dua tahun terakhir.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya tidak hanya kita maknai sebagai seremonial saja. Guna memahami esensi sejarah Kebangkitan Nasional, mari sejenak kita telaah sisi historis di balik peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Pada tanggal 20 Mei 1948, Presiden Soekarno menetapkan hari lahirnya perkumpulan Boedi Oetomo sebagai Hari Bangkitnya Nasionalisme Indonesia. Di masa itu, terdapat ancaman perpecahan antargolongan dan ideologi di tengah

perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari Belanda yang ingin kembali berkuasa. Sehingga, semangat persatuan yang digagas oleh Boedi Oetomo diharapkan menjadi spirit dalam menghimpun kekuatan dan mencegah perpecahan bangsa,” terang Lumentut.

Boedi Oetomo adalah organisasi pertama di Indonesia yang bersifat nasional dan modern dalam sejarah pergerakan kemerdekaan. Didirikan oleh Dr. Sutomo beserta para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) pada tahun 1908; Boedi Oetomo lahir untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dari

bangsa-bangsa lain. Kelahiran Boedi Oetomo mempelopori terciptanya organisasi pergerakan di masa selanjutnya seperti Indische Partij, Perhimpunan Indonesia dan Muhammadiyah.

“Kiranya, semangat Boedi Oetomo masih relevan untuk kita kontekstualisasikan pada kehidupan berbangsa saat ini. Di tengah krisis pandemi COVID-19 dan konflik Ukraina – Rusia yang menyebabkan kondisi ekonomi global serta geopolitik menjadi tidak stabil, kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa,” lanjutnya.

Penanganan COVID-19 yang membaik berimplikasi pada berangsur kembalinya aktivitas masyarakat secara normal.

“Secara perlahan, hal ini mendorong pemulihan perekonomian nasional, dimana pada triwulan I-2022 terhadap triwulan I-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,01 persen (y-on-y). Hampir seluruh lapangan usaha tumbuh positif, kecuali Administrasi Pemerintahan dan Jasa Pendidikan,” jelasnya

Dari sisi produksi, tiga Lapangan Usaha mengalami pertumbuhan tinggi yakni sektor Usaha Transportasi dan Pergudangan 15,79 persen, Jasa-jasa lain 8,29 persen, Informasi dan Komunikasi 7,14 persen.

Mari terus kita bekerja keras dan bersinergi menjaga, mempertahankan dan meningkatkan perekonomian nasional indonesia.

Mengutip ucapan dari Dr. Sutomo yang mengatakan Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih menjadi merah dan putih, selama itu kita tidak akan mau menyerah kepada siapa pun juga.

“Di tengah momentum penanganan nasional COVID-19 yang makin membaik dan Presidensi G20 Indonesia, hendaknya kita dapat memaknai semangat pantang

menyerah Dr. Sutomo untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional tahun ini sebagai tonggak kebangkitan dari pandemi COVID-19 juga krisis multidimensi yang sedang melanda dunia. Dari Indonesia, Dunia Pulih Bersama. Ayo Bangkit Lebih Kuat,” harapnya.

Hadir juga pada upacara ini Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy Sundah, Sekretaris Daerah Kota Tomohon Edwin Roring, Dandim 1302 Minahasa yang diwakili Danramil Tomohon Kaptren Infantri Juris Sahese, Kapolres Tomohon yang diwakili Kasat Binmas Polres Tomohon AKP. Arie Hasan dan Jajaran Pemerintah Kota Tomohon