/

PPKM di Tomohon Pengaruhi Sektor Ekonomi

1 min read

TOMOHON – Pelaksanaan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tomohon belakangan dan bahkan telah diperpanjang ternyata mempengaruhi sektor ekonomi setempat. Hal itu terjadi karena diterapkannya pembatasan jam operasional malam, termasuk didalamnya tempat usaha baik toko, resto dan cafe yang hanya bisa beroperasi hingga pukul 20.00 Wita.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah(BPKPD) Kota Tomohon Gerardus Mogi mengatakan jika pihaknya telah menerima berbagai keluhan dan masukan terkait dampak penerapan program tersebut.

“Pelaku usaha meminta kiranya jam operasional bisa ditambah dan hal ini sudah kami sampaikan kepada pimpinan,” kata Mogi.

Dijelaskannya pula jika dalam masa pandemi ini turut mempengaruhi pada realisasi pajak yang mengalami penurunan. Dimana untuk tahun 2020 diperkirakan adanya penurunan sekitar Rp 5 Miliar dibanding sebelumnya.

“Akan ada evaluasi karena program ini guna menekan penyebaran Covid-19,” tukas Walikota Tomohon Jimmy Eman.

Hal senada disampaikan Kapolres Tomohon AKBP Bambang A Gatot SIK. Dimana menurutnya evaluasi akan dilakukan pada hal teknis.

Sementara Dosen Fakultas Ekonomi Unima Jones Pontoh menegaskan jika harus ada persiapan matang ketika menerapkan hal-hal yang berdampak ada ekonomi kecil. Setidaknya harus ada antisipasi, namun tentu tanpa mengabaikan protokol kesehatan.

“Ketika pendapatan usaha kecil menengah merosot, maka akan berimbas pada pengurangan tenaga kerja yang bisa berakibat bertambahnya angka pengangguran. Jika demikan maka secara otomatis berpanguruh pada sektor ekonomi, meski saat ini seharusnya sudah masuk dalam masa pemulihan pasca Covid-19 mulai menghantam,” pungkas alumnus Universitas Indonesia ini.(zakaria)

Latest from Same Tags