09 December 2023

Integritas Dalam Berkebudayaan

4 mins read

Integritas adalah sesuatu yang penting. Sebagai pemimpin, misalnya, integritas adalah hal yang teramat penting. Pemimpin adalah sosok yang mampu mengayomi rakyatnya, bahkan menjadi panutan masyarakat. Dan dibalik fakta pemimpin yang demikian, integritas adalah sudah seharusnya utuh dan menyatu dengan subjek sang pemimpin. Integritas juga perlu dan penting bagi setiap manusia. Karena integritas bukan hanya semata menunjuk pada keutuhan pribadi seseorang, tapi terlebih memberi semangat bagi keutuhan bersama orang lain.


Integritas umumnya dihubungkan dengan keutamaan-kebajikan (virtue) atau karakter. Dalam pengembangannya, integritas juga sering dikaitkan dengan upaya pencegahan korupsi, sehingga salah satu indikator yang paling sering disebutkan sebagai representasi sifat orang yang berintegritas adalah kejujuran.


Kendati begitu, bagaimana melihat kejujuran dalam kaitannya dengan keutuhan? Meskipun benar bahwa orang tidak mungkin memiliki integritas tanpa mempraktikkan kejujuran, tetapi bukan tidak mungkin seseorang yang selalu jujur memiliki tingkat integritas yang rendah.

Namun demikian, tetap saja ada keyakinan bahwa orang yang jujur adalah orang yang mengabdi pada integritas. (Endro, 2007).
Dalam pengembangan budaya, integritas juga diperlukan, karena kejujuran dalam pengembangan budaya sudah barang tentu membutuhkan integritas subjek pengembang kebudayaan itu. Tak jarang kita menemui bahwa integritas sering diabaikan, juga karena terdapat sekian banyak kepentingan pribadi yang ingin dicapai dalam sebuah pengembangan kebudayaan. Tentang hal ini, tak bisa dimungkiri, karena dalam banyak hal integritas berkebudayaan teramat sering tidak sinkron.


Menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana hal itu mungkin? Kita harus sepakat bahwa terkait integritas, gejala kehidupan diukur dengan kriteria, efisiensi, efektivitas, dan produktivitas. Hal-hal ini tentu menjadi kunci sebuah kejujuran, terutama juga kejujuran terhadap diri. Dalam berkebudayaan kita perlu menghasilkan sesuatu yang sungguh-sungguh dibutuhkan masyarakat. Maka dengan hasil itu, kualitas dan kuantitas menjadi yang utama.


Berpijak dari situ, setiap subjek manusia diharapkan dapat memelihara nilai-nilai budayanya secara selaras, serasi dan seimbang, dalam keutuhan, keselarasan dan mengandung integritas. Sebagai manusia, kita juga tidak perlu merasa takut ketika menghadapi masa depan, kita harus berupaya mengendalikan perubahan yang terjadi dan tetap menjadikan kita sebagai tokoh kunci yang mengatur dan mengendalikan kemajuan iptek.

Demikian pun, kebudayaan dan peradaban yang senantiasa berkembang sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai karya budaya pada Abad XXI, perlu mengedepankan integritas bukan hanya oleh para pengembang, pemerhati dan pegiat budaya, tapi juga oleh seluruh insan Indonesia. Maka jika demikian, hakekat sosial budaya yang akan bisa didapatkan oleh setiap insan dengan sikap integritas itu. Sejalan dengan itu, penulis, dalam tulisan sebelumnya pernah menekankan tentang pentingnya sumber daya manusia dalam pemajuan budaya. Terkait hal ini, penulis tegaskan lagi bahwa sumber daya penting, karena perkembangan pribadi yang berintegritas, juga akan membawa integritas pada pemajuan kebudayaan. Pada saat yang sama, dengan sumber daya yang berkarakter dan berintegritas, diyakini akan memperpanjang tonggak estafet kebertahanan sebuah budaya. Demikian jelaslah bahwa dengan maksimalnya kemampuan, kapasitas dan kapabilitas subjek yang berintegritas, kebudayaan bisa maju.


Akhirnya kita harus kembali kepada fondasi penting apa itu kebudayaan, sebagai hal yang tidak pernah bisa diabaikan. Sehingga dengan pemahaman tentang kebudayaan, integritas dalam berkebudayaan dapat dijalankan sebagiamana mestinya. Kebudayaan adalah perwujudan kemampuan manusia untuk menyesuaikan diri secara aktif terhadap perubahan peradaban. Wujud kebudayaan dapat berupa tingkah laku, peralatan benda-benda dan gagasan serta nilai budaya. Dalam hubungan ini, kebudayaan dianggap sebagai perekat kehidupan bersama, bukan karena persamaan kepentingan sesaat belaka, melainkan dorongan untuk mendapatkan persamaan nilai-nilai dasar sebagai kerangka acuan perilaku dalam kehidupan bersama itu. Maka dari itu, integritas dalam berkebudayaan seperti mengembangankan budaya, memperhatikan budaya, memberi perhatian yang sungguh-sungguh pada kebudayaan, perlu dikedepankan bukan semata untuk kepentingan pribadi, tapi semata hanya untuk kepentingan pemajuan budaya itu. salam budaya.(***)

Penulis : Dr Dominica Diniafiat (Akademisi-Pegiat Budaya- Founder AJD Sahabat Budaya)

Latest from Same Tags