28 October 2026

VaSung Dukung RCL Lasut Jadi Bapak Pandu Sulut

3 mins read
Vanda Sarundajang Pramuka
Vanda Sarundajang

KANALMETRO, TOMOHON – Dukungan untuk menjadikan Rijcloff Constantijn Lodwwijk Lasut sebagai tokoh dan Bapak Pandu Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalir.

Salah satunya dari Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Sulut Vanda Sarundajang (VaSung) yang diutarakannya langsung ketika mengadakan kegiatan sosial bersama Kwartir Cabang Pramuka Tomohon, Selasa (3/8/2021).

“Saya telah membaca artikelnya, akan menjadi suatu kebanggaan bagi kami Kwarda Sulut. Tentunya sangat mendukung RCL Lasut diperjuangkan Jadi Bapak Pandu Sulut,” kata VaSung yang juga anggota DPR RI dari Dapil Sulut ini.

Namanya nyaris luput dari sejarah, tatkala setiap tanggal 14 Agustus bangsa Indonesia memperingati Hari Pramuka atau sebelumnya dikenal sebutan kepanduan. Setiap  memperingatinya, kali itu pula kita lupa siapa tokoh dibalik gerakan kepanduan di Sulawesi Utara.

Dialah Rijcloff Constantijn Lodwwijk Lasut, dimasanya orang mengenal dan akrab memanggilnya, Notji.

Pria kelahiran Remboken 8 Desember 1904 anak biologis dari ayah Apeles Johanis Lasut dan ibu Emma Adelaida Mamahit. Ayahnya Apeles Johanis Lasut berdarah Tomohon tinggal di Tikala Ares, seorang penilik sekolah di Manado dan pernah menjadi anggota Minahasaraad (anggota DPRD Minahasa-kini).

RCL Lasut, dikenal tidak hanya karena keikutsertaanya pada iven pandu internasional dan nasional seperti keikut sertaannya pada Jambore Nasional Pramuka pertama.

Tetapi diketahui sebagai tokoh yang memomulerkan gerakan kepanduan di Sulawesi Utara sejak zaman penjajahan Belanda, Jepang dan Kemerdekaan bahkan pada masa selama pergolakan Permesta.

Dia pernah mengikuti International Scouting (pertemuan pandu sedunia) di Inggris pada tahun 1929.

Pada pertemuan dan juga pelatihan untuk pencari bakat yang digelar di Gillwell Park (bumi perkemahan dan pusat kegiatan pramuka dunia) di London Inggris itu, RCL Lasut bersama tokoh-tokoh pandu seluruh dunia mendapat penghargaan dan sertifikat ke-4 pelatihan untuk pemimpin pandu yang ditandatangani langsung oleh Lord Baden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia.

Di Kota Tomohon sendiri, diketahui kalau RCL Lasut di tahun 1953 pernah melakukan kegiatan perkemahan, atas pemberian dirinya terhadap gerakan pandu ini, sudah sewajarnya RCL Lasut didorong untuk menerima gelar khusus.

RCL Lasut meninggal di kota Tomohon pada 14 Mei 1977

“Tepat jika Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey memberinya gelar, RCL Lasut, Bapak Kepanduan Sulawesi Utara. Sudah ada upaya mengusulkan ke Gubernur melalui dewan pemberi gelar daerah Sulut,” ungkap Judi Turambi sejarawan yang juga  berhasil memperjuangkan 3 tokoh kemerdekaan Sulut yakni LN ‘Babe’ Palar, BW Lapian dan Mr. AA Maramis sebagai Pahlawan Nasional.

Latest from Same Tags