27 October 2026

/

Mahasiswa dan Pemuda Upacara Hari Kemerdekaan di TPA Taratara

3 mins read
Upacara TPA Taratara
Pengibaran bendera Merah Putih dalam upacara Hari Kemerdekaan di TPA Taratara.

KANALMETRO, TOMOHON – Kelompok mahasiwa dan pemuda di Kota Tomohon merayakan upacara bendera dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taratara, Kecamatan Tomohon Barat, Selasa (17/8/2021).

Upacara itu dilaksanakan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santu Malaikat Agung Cabang Tomohon, Ikatan Mahasiswa Tomohon Universitas Negeri Manado dan Barisan Pemuda Adat Nusantara Cabang Tomohon.

Pelaksanaan upacara dilaksanakan seperti di tempat lain termasuk di Istana Negara ketika hari Kemerdekaan, namun kali ini lokasinya berbeda yakni di TPA Taratara.

Dimana dalam upacara itu ada pengibaran bendera Merah Putih, Pembacaan Teks Proklamasi dan lainnya.

Komisaris Daerah PMKRI Regio Sulawesi Utara (Sulut) Stefanus Goni selaku Inspektur Upacara (Irup) mengatakan bahwa sangat bangga ketika melihat tiga unsur elemen pemuda bisa menyatu dalam melaksanakan upacara itu.

“Disini kita seperti para pemuda pada saat sumpah pemuda yang berkumpul dari berbagai golongan sehingga Indonesia itu bisa terwujud dan bertahan sampai saat ini,” kata Goni.

Dirinya berharap semoga kedepannya para pemuda tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

Goni selaku Irup dalam Upacara di TPA Taratara

Ketua Presidium PMKRI Cabang Tomohon Cheryl Jibran Gregorius Pukul mengatakan bahwa upacara Hari Kemerdekaan RI ke 76 di TPA sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kota.

Karena menurutnya saat ini ada terjadi permasalahan dalam penggunaan lahan di Tomohon khususnya di Taratara sehingga membuat elemen mahasiswa dan pemuda berkumpul menjadi satu dilokasi itu dalam merayakan Hari Kemerdekaan RI.

Ketua Ikatan Mahasiswa Tomohon – UNIMA Marcelino Lumi menambahkan bahwa pengibaran bendera Merah Putih di lokasi itu sekaligus Bentuk Protes tentang Hutan Adat yang Sekarang dijadikan TPA.

“Sebagai generasi muda Tomohon yang peduli, kita tetap menghayati serta menghargai perjuangan dari para pendahulu kami.  Kita adalah ujung tombak untuk Tomohon dan Indonesia kedepan serta generasi gelanjutnya,” kata Lumi.

Belarmino Lapong, Ketua Barisan Pemuda Adat Nusantara menegaskan bahwa hal itu pula sebagai upaya dalam menagih janji politik Walikota dan Wakil Walikota, Caroll Senduk – Wenny Lumentut (CSWL) ketika kampanye di Pilkada.

Dimana menurut Lapong jika CSWL berjanji akan menata kembali manajemen TPA Taratara namun belum ada realisasinya.

Mahasiswa dan Pemuda usai upacara di TPA Taratara

“Dulu ketika TPA ini pertama dibangun, dimaksudkan sebagai tempat pengolahan. Tapi kenyataan sekarang menjadi tempat pembuangan yang hanya asal buang karena tidak lagi teratur,” tegas Lapong yang juga Pemuda Taratara ini.

Bahkan ditegaskannya juga bahwa sepanjang jalan masuk mendekati TPA Taratara, banyak lokasi yang menjdi area pembuangan illegal atau bukan pada tempatnya. 

“Lihat saja jembatan masuk TPA Taratara yang dibawahnya ada sungai sudah ditutupi dengan gunungan sampah mengakibatkan tanah, air dan udara tercemar hingga mengakibatkan hutan ikut menjadi korban,” tukasnya.

Sehingga pada akhirnya berimbas pada kehidupan sosial masyarakat sekitar yang merasa sangat dirugikan akan kondisi TPA Taratara saat ini.

“Kami secara tegas mendesak pemkot Tomohon untuk bisa terjun langsung ke TPA Taratara dan melihat kondisi yang tidak teratur serta terkesan mengabaikam dalam mengelola lokasi tersebut,” pungkasnya.

Latest from Same Tags