/

Dugaan Korupsi ADD – DD, Kejari Minahasa Tahan Oknum Mantan Kumtua

3 mins read
Korupsi ADD DD Minahasa
Tersangka dinaikan dalam mobil tahanan Kejari Minahasa guna ditahan di Rutan Tondano.

KANALMETRO, MINAHASA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa menahan lelaki SCJM yang merupakan oknum mantan Hukum Tua (Kumtua) Desa Kauneran, Kecamatan Sonder, Kamis (9/9/2021) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Penahanan terhadap oknum Kumtua itu dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Penetapan nomor TAP-02/P.1.11/Fd.1/9/2021 tanggal 2 September 2021.

Hal itupun dilakukan oleh tim Jaksa Penyidik yang diketuai Ibu Tira Agustina SH MH beserta Pingkan Wenur SH dan M Rheza Prasetya SH MH selaku anggota.

Kepala Kejari Minahasa Diky Oktavia SH MH ketika dikonfirmasi melalui Kasi Intel Yosi Korompis tak menapik akan hal tersebut.

Dijelaskannya bahwa tersangka diduga melakukan korupsi dengan menyalahgunakan ADD dan Dana Desa (DD) Desa Kauneran Minahasa tahun 2019 ketika dirinya menjabat sebagai Kumtua.

“Tersangka akan ditahan selama dua puluh hari di Rutan Klas IIB Tondano, mulai 9 sampai 28 September 2021,” Kata Korompis.

Dikatakannya juga bahwa sebelumnya tim jaksa penyidik telah melakukan Ekspose dihadapan Kepala Kejari Minahasa.

Fakta menarik dan bermanfaat

Dan saat itu Kejari menyatakan bahwa tersangka diduga telah melakukan penyalahgunaan wewenang.

Selain itu Korompis menjelaskan bahwa dugaan korupsi itu dilakukan ketika tersangka masih menjabat Kumtua di tahun 2019 melaksanakan tugasnya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.

Dan bahkan tidak memfungsikan secara benar sesuai ketentuan yang berlaku untuk aparat desa sebagai Pelaksana Pengelolaan Keuangan Desa (PPKD) sesuai Surat Keputusan Hukum Tua Nomor 01 Tahun 2019.

“Jadi apa yang telah dilakukan oleh tersangka diduga bertentangan dengan Undang – undang Tindak Pidana Korupsi,” tambah Korompis.  

Sehingga menurutnya dalam pelaksanaan kegiatan untuk pembelanjaan barang atau jasa dan pembayaran lainnya sebagian besar dilakukan secara sendiri oleh tersangka.

Proses penahanan terhadap tersangka di Kejari Minahasa

Hal itu pun diduga menyebabkan pekerjaan proyek Pembangunan satu unit Kios Kauneran Mart dan Balai Desa mengalami kekurangan volume.

Bahkan beberapa pekerjaan lainnya belum dilakukan.

Oleh karena itu hal tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 461.975.022.

Sementara Agustina yang juga Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Minahasa mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengawal dan mendukung pihaknya dalam  penanganan perkara dugaan korupsi ADD dan DD tersebut.

Selain itu dirinya menghimbau kepada seluruh Kumtua di wilayah hukum Kejari Minahasa agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

Tentunya diharapkan dapat bekerja sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ingat, sudah ada dua mantan Kumtua di Minahasa yang tersangkut kasus Korupsi dalam tahun 2021 ini,” tegas Agustina.

Latest from Same Tags