Catatan Tiga Tahun Kepemimpinan ROR – RD: Masih Banyak PR

4 mins read
Pelantikan ROR RD
ROR - RD ketika dilantik untuk memimpin Minahasa di tahun 2018. (ist)

Sejak dilantik Gubernur Olly Dondokambey di kantor DPRD Sulut tahun 2018, Sabtu, (25/9/2021) adalah tiga tahun bagi Royke Octavian Roring – Robby Dondokambey (ROR – RD) memimpin Kabupaten Minahasa selaku Bupati dan Wakil Bupati.

Tentunya dalam mencapai kemenangan Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Minahasa tahun 2018 ada janji kampante yang disampaikan ROR – RD sehingga mampu meraih kemenangan.

Dimana pasangan usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerindra dan Partai Hanura berhasil meraih 132.152 suara rakyar Minahasa melalui Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Presentase raihan pasangan dengan jargon Minahasa Hebat ini pun sebesar 65,08 persen dari total suara sah sehingga mampu menyisihkan pesaingnya Ivan Sarundajang – Careig N Runtu (CNR) yang hanya meraih 70.900 suara atau 34,92 persen.

Atas raihan itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa pun mensahkan pasangan itu sebagai pemenang Pilkada tahun 2018 dan selanjutnya dilantik oleh Gubernur.

Saat itu juga masyarakat Minahasa pun mulai menantikan apa yang diharapkan sesuai janji keduanya ketika ingin merebut hati warga dalam memperoleh suara di TPS.

Tiga tahun memimpin Tanah Toar Lumimuut bukanlah waktu yang singkat bagi ROR – RD untuk bisa menjalankan roda pemerintahan.

Fakta menarik dan bermanfaat

Dengan sudah setengah perjalanan lebih memimpin Minahasa, tentunya banyak pula harapan yang dinantikan masyarakat.

Berbagai prestasi yang diraih tentunya pantas diapresiasi.

Namun sejumlah harapan dari masyarakat untuk bisa terwujud tentunya masih pula dinantikan disisa kepemimpinan ROR – RD hingga 25 September 2023.

Sehingga ada beberapa catatan yang masih menjadi ‘Pekerjaan Rumah’ (PR) bagi kedua pemimpin ini.

Diantaranya soal perbaikan jalan pasar Langowan yang hingga kini belum terealisasi. Padahal pasar itu merupakan salah satu penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan nilai tak kecil untuk menopang keuangan daerah.

Termasuk jalan di pasar Tondano pun terus menjadi harapan dari masyarakat terhadap keduanya. Karean sama seperti pasar Langowan, pasar Tondano pun menjadi salah satu andalan pendongkrak PAD di Minahasa.

Dari sektor pendidikan, masyarakat berharap adanya pembangunan kembali terhadap Sekolah Dasar (SD) IV Tondano yang hingga kini belum terealisasi.

Bahkan masyarakat menilai semenjak keduanya memimpin Minahasa, Tondano seakan kembali menjadi ‘Kota Mati’ karena lampu jalan sebagai penunjang ekonomi sering tak menyala.

Termasuk Traffic Light atau lampu lintas yang seharusnya diperbaiki, namun terabaikan. Padahal itu merupakan hal penting dalam upaya pengaturan lalu lintas di Tondano yang merupakan ibukota Kabupaten Minahasa.

Karena kondisi geografis, beberapa Desa di Kabupaten Minahasa pun sulit mendapat akses signal selular maupun internet. Padahal Handphone dan Internet sudah menjadi kebutuhan harian masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari, sehingga diharapkan adanya penguat signal.

Masih banyak hal lain yang masih dinantikan seperti pembangunan infrastruktur sebagai penunjang ekonomi dan aktivitas masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Dan harapan besar yang dinantikan oleh masyarakat adalah terwujudnya Kota Langowan dan Kabupaten Minahasa Tengah (Minteng) serta Danau Tondano bersih dari tanaman Gulma Enceng Gondok.

Karena ketiga hal itu merupakan bagian dari program priotas keduanya saat melakukan kampanye di sejumlah wilayah di Minahasa, dengan menegaskan bahwa semuanya akan terwujud melalui sinergitas dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi.

Kiranya beberapa catatan berupa catatan kritis ini bisa menjadi semangat baru bagi ROR – RD dalam memimpin untuk menuju Minahasa Hebat, dan merealisasikan janji politik di Pilkada.  Dan tentunya bukan melihat hal ini sebagai upaya memprotes berbagai kebijakan pemerintah.

Kelly Korengkeng: Wartawan Kanal Metro Biro Minahasa, Ketua Pers Minahasa (PersMin)

Latest from Same Tags