27 October 2026

Pasandaran Ajak Masyarakat Berperan Lakukan Pencegahan Serangan Jantung

3 mins read
dr Handry Pasandaran
Direktur RSUD Liun Kendage Tahuna dr Handry Pasandaran

KANALMETRO, SANGIHE – Jantung atau kardiovaskular masih menjadi momok menakutkan di mata dunia karena merupakan  penyebab kematian tertinggi yang mengakibatkan 18,7 juta kematian per tahun di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menyebutkan, bahwa setidaknya 15 dari 1000 orang individu di Indonesia menderita penyakit jantung atau kardiovaskular.

Betapa tidak, penyakit jantung memiliki banyak penyebab diantaranya dari kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi dan obesitas, hinggapolusi udara. Oleh karena itu, seluruh masyarakat perlu mengambil peran dalam mencegah tingginya angka jumlah penderita dan kematian akibat penyakit jantung tersebut.

Hal ini dikatakan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Liun Kendage Tahuna dr Handry Pasandaran ME saat dikonfirmasi terkait peringatan hari jantung sedunia 2 September 2021.

Dikatakannya, apalagi di masa pandemic Covid-19 ini seseorang menderita penyakit jantung sangat rentan meskipun dalam pembatasan dan kegiatan fisik harus tetap dilakukan demi menjaga kelancaran fungsi jantung itu sendiri.

“Memang sampai dengan saat ini di Indonesia bahkan seluruh dunia, kematian itu penyebabnya yang paling tertinggi adalah penyakit jantung, dan kondisi ini terjadi karena pola hidup,” katanya.

Apabila masyarakat membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diantaranya makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan aktivitas fisik atau olahraga yang cukup maka kita sudah melakukan pencegahan dini,’’ ungkap Pasandaran.

Selain itu juga kata Pasandaran, dalam aktifitas khususnya berolahraga tidak harus banyak orang, karena bisa dilaksanakan dengan keluarga atau dengan komunitas terdekat dengan tetap melaksanakan protocol kesehatan menjaga jarak atau dengan keluarga dalam rumah ya mungkin kita bisa melepas masker didalam rumah.

‘’Tapi sepanjang aktivitas mobiltas dari salah satu anggota keluarga yang sering keluar masuk rumah beraktivitas diluar rumah kita upayakan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Dijelaskan pula olenya, peluang terjadinya penyakit jantung diantaranya, faktor risiko makanan berminyak yang meningkatkan kolesterol dan hipertensi, penumpukan lemak dan penderita diabetes menurunkan fungsi jantung. 

Sehingga Pemeriksaan secara intens terhadap beberapa faktor risiko hipertensi kolesterol akan membantu tidak terjadinya penumpukan lemak dalam darah.

“Penyakit jantung ini terjadi karena banyak faktor risiko, faktor-faktor resiko itu umumnya terjadi oleh karena polah hidup misalnya, kalau kita makan tidak teratur atau makanan menu kita tidak sehat bahkan berminyak dan sebagainya kemudian menyebabkan tingginya kolestrol dan juga kita kurang berolahraga hingga pembuluh darah kita tidak lentur,kita juga mengkomsumsi yang tidak sehat salah factor resiko salah satu itu hipertensi,”jelasnya.

Pasandaran pun berharap, Peringatan Hari jantung sedunia tahun ini kiranya semakin mengokohkan komitmen dalam menjaga jantung tetap sehat dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

Latest from Same Tags