Tahun 2022, Ditargetkan Krisan Tomohon Masuk Pasar Ekspor

2 mins read
Bunga Krisan Tomohon
Walikota usai mengikuti FGD tentang pengembangan Bunga Krisan Tomohon menuju ekspor

KANALMETRO, TOMOHON – Ditargetkan dalam tahun 2022, bunga Krisan dari Kota Tomohon akan masuk dalam pasar ekspor.

Hal itu dikatakan Walikota Caroll Senduk dalam Focus Group Discussion (FGD) tentang Pengembangan Agribisnis Krisan Tomohon Menuju Ekspor, Senin (18/10/2021) di di Balai Pembenihan Pembibitan dan Agrowidya wisata (Show Window) Kelurahan Kakaskasen Dua.

“Semoga mulai tahun 2022 sudah mulai melakukan ekspor bunga krisan,” kata Walikota.

Dirinya juga berharap lewat FGD itu  akan mempercepat ekspor krisan, sehingga menjadi kesempatan bagi Pemerintah bersama unsur petani bunga dan masyarakat Tomohon untuk pengembangan krisan.

“Suksesnya program ini kedepan, perlu adanya dukungan dari seluruh komponen masyarakat, didalamnya petani bunga,” jelas Senduk.

Untuk mendukung itu maka rencananya akan dibangun lokasi taman bunga di kompleks Show Window yang luasnya berkisar 1,2 hektar.

Selain itu Walikota mengapresiasi Kementerian Pertanian RI bersama Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) yang terus berupaya bersama Pemerintah Kota dalam pengembangan budidaya bunga krisan di Tomohon.

Terlebih pula karena telah memprogramkan Tomohon sebagai salah satu daerah pengekspor bunga Krisan.

“Mudah – mudahan pandemi Covid-19 segera berlalu agar Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang sempat terhenti bisa segera dilaksanakan lagi,” pungkas Senduk.

Kepala Puslitbang Hortikultra melalui Kepala Balithi Muhammad Thamrin menjelaskan bahwa pemenuhan akan kebutuhan pasar ekspor bunga krisan ke berbagai negara terlebih di Jepang masih sangat kecil.

“Kebutuhan bunga krisan seperti negara Jepang sekitar 5 miliar potong per tahun. Sedangkan Kota Tomohon per tahun baru mampu menghasilkan sebanyak 5 Juta,” kata Thamrin.

Oleh karena itu menurutnya peluang pasar sangat besar sekali, sehingga berharap dengan berbagai strategi sudah bisa melakukan ekspor.

“Dengan tuntutan pasar yang begitu cepat, tidak mustahil secepatnya program ini akan berjalan melalui strategi,” jelasnya.

Sementara itu anggota Komite II DPD RI Stefanus BAN Liow mengatakan pihaknya  mendukung sinergitas Kementerian Pertanian, Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon untuk memprogramkan ekspor bunga.

Dan akan terus mendorong Kementerian Pertanian untuk menjadikan Kota Tomohon sebagai pusat pengembangan benih atau sentra benih bunga krisan dengan mengalokasikan anggaran yang berfokus pada pengembangan bunga krisan.

Kesempatan itu pula dilakukan pemberian nama gedung Show Window Prof Dr Budi Marwoto MS serta penyerahan dan penandatanganan Hibah Benih kepada lima penangkar yang disakskan Kepala BPTP Sulut  Ismail Maskromo.

Latest from Same Tags