KANALMETRO, TOMOHON – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI Bintang Puspayoga berkesempatan mengunjungi Kota Tomohon, Selasa (19/10/2021).
Dalam lawatan kali ini orang nomor 47 RI ini menyambangi Lembaga Pembinaana Khusus Anak (LPKA) Tomohon, Lembaga Pemasayarakatan Perempuan Klas IIB Manado dan mengunjungi salah satu keluarga di Kelurahan Tinoor Satu Tomohon Utara.
Itu untuk melihat proses pembinaan yang ada baik di LPKA maupun LPP Menteri P3A mengapresiasi akan upayah yang dilakukna baik Kalapas Perempuan maupun Anak.
“Dari sini kita lihat mereka diberikan pelatihan, pendampingan dan pembinaan sehingga bisa memperoleh semangat baru ketika kembali ke masyarakat, dari karya yang dihasilkan kami sangat mengapresiasi dan ke depan untuk menunjang produk yang dihasialkan kami akan berkomunikasi baik lintas kementerian dan lembaga agar karya seni yang dikerjakan bisa menghasilkan kualitas yang lebih baik ke depan,”katanya .
Karena menurutnya, pihaknya telah membangun komunikasi dengan pihaka LPKA maupun LPP menanyakan apa yang perlu dan bisa kami fasilitasi untuk me unjang program yang ada.
Dirinya berharap para kepala lapas dan jajaran bisa lebih menggali akan potensi-potensi yang dimiliki para warga binaan.
“Semakin banyak potensi yang digali akan semakin banyak produk yang dihasilkan ini sebagai wujud nyata pemberian bekal bagi mereka agar kembali ke masyarakat bisa memperbaiki kehidupan dan tidak kembali lagi ke tempat ini. Apresiasi akan sinergitas yang terjalin, dari Lapas dengan Pemprov Sulut dan Kota Tomohon,” tambahnya
Menteri P3A nampak terpukau dengan keahlian yang dimiliki baik di LPKA yang menyajikan para Andikpas memproduksi VCO dan handycraft, di LPP dimana para perempuan menunjukan keahlian dalam membatik. Bahkan Menteri Bintang Puspayoga bersama ketua TP PKK Sulut Rita Dondokambey dan ketua Dekranasda Tomoho. drg Jeand’arc Karundeng tertarik mencoba belajar membatik yang dituntun oleh para Warga Binaan Perempaun.
Salah satu WBPP yang ditemui di ruangan membatik menjelaskan berbagai produk telah dihasilkan.
“Bahkan ada beberapa pajangan di sini telah dipesan baik dari dalam Sulut maupun di luar daerah. Untuk produksi sendiri untuk pembuatan batik kurang lebih memakan waktu dua minggu di ukuran kain 2 meter lebar kisaran 1 meter,” terang perempuan berinisial A yang sudah menjalani masa hukumannya lebih dari setahun ini.
Tampak hadir dan mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Sulut Rita Tamuntuan, Kadia P3A Sulut dr Devi Tanos, Walikota Tomohon Caroll Senduk, Wakil Walikota Wenny Lumentut, Ketua TP PKK Tomohon drg Jeand’arc Karundeng, Sekretaris TP PKK Eleonora Sangi dan jajaran Pemkot Tomohon.
Selain memantau dan program pembinaan dan produksi karya seni di LPKA dan LPP, Menteri juga menyerahkan bantuan baik bagi Andikpas, hingga para WBPP yang tengah mengandung. Di hari yang sama juga sebelum mengunjungi LPKA dan LPP, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dan rombongan dijamu Pemkot Tomohon makan siang bersama di D’Linow Restaurant. Kegiatan diakhiri dengan pemberian bantuan ke salah satu keluarga di Kelurahan Tinoor Dua

