28 October 2026

Cegah Stunting, Dinas PPKB Sangihe Bentuk Tim Pendamping Keluarga

1 min read
Jopy Thungari
dr Jopy Thungari

KANALMETRO, SANGIHE – Sebagai upaya pencegahan dan penanganan masalah Stunting,  Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Kepulauan Sangihe membentuk Tim Pendamping Keluarga.

Kepala Dinas PPKB Sangihe dr Jopy Thungari menjelaskan, Tim Pendamping Keluarga nantinya akan bertugas untuk mendampingi keluarga dalam pola asuh anak serta pemenuhan gizinya, sehingga tidak beresiko Stunting.

“Tim Pendamping ini beranggotakan tiga orang yang terdiri dari petugas KB dan Posyandu ditingkat Kelurahan /Kampung setempat,” kata Thungari, Rabu (12/1/2022).

Dijelaskannya, penyumbang tertinggi masalah stunting yakni masyarakat yang memilih menikah di bawah usia 20 tahun.

“Sesuai dengan evaluasi selama ini, masalah Stunting dipengaruhi pernikahan yang tak terencana, terutama bagi kelompok remaja. Jadi kelahiran anak yang tak direncanakan juga beresiko stunting terutama di kelompok remaja,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, sesuai program kerja Dinas PPKB tahun 2022 untuk pengendalian penduduk tetap dilakukan dengan pelayanan metode alat kontrasepsi bagi pria dan wanita. 

Selain itu mantan Kepala Dinas Kesehatan Sangihe ini mengatakan, melalui pola kerja sama dalam peningkatan pendapatan masyarakat agar kesejahteraan keluarga tetap terjaga dan terencana.

Sekedar diketahui, Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita (di bawah Lima tahun). Anak yang mengalami stunting akan terlihat pada saat menginjak usia Dua tahun.

Latest from Same Tags