KANALMETRO, TOMOHON – Menyajikan berbagai menu dengan cita rasa Eropa, namun berlokasi di Kota Bunga Tomohon merupakan ciri khas dari Kaden Coffee and Bread.
Beralamatkan Kelurahan Paslaten Satu, Kecamatan Tomohon Timur, atau lebih tepatnya kompleks Taman Kota, Kaden Coffee and Bread makin menjadikan Kota di kaki Gunung Lokon sebagai salah satu Kota Pariwisata yang terus berkembang.
Hanya dengan berjalan kaki sekitar lima menit dari menara Alfa Omega ke arah Kelurahan Rurukan sudah bisa menemui Café dengan gaya minimalis itu.
Kehadirannya pun bukan hanya sekedar menghangatkan iklim bisnis rumah kopi di Tomohon. Namun juga menghadirkan hal berbeda, terlebih dalam menu yang disajikan.
Kopi sudah pasti, tersedia bermacam varian rasa, seperti esspreso based hingga kopi tubruk. Terdapat juga menu non coffee seperti hot chocolate, dan tentu masih ada berbagai menu minuman hangat serta dingin.
Soal kudapan, Kaden Coffee and Bread juga menghadirkan sajian andalan mereka, yakni roti yang diolah sendiri. Milk bread, Croisant dan pain au chocolate memiliki sensasi berbeda. Serasa mencicipinya langsung dari dataran bumi bagian barat.
Tersedia juga club sandwich yang tepat menemani santai pengunjung sambil menikmati hawa sejuk Kota Tomohon. Saat perut masih ingin terisi, disiapkan juga nasi goreng, spaggheti hingga salad sayur.
Meski terbilang baru, Kaden Coffee and Bread yang dibuka mulai pukul 11.00 Wita setiap Senin hingga Sabtu, sudah mulai memiliki pasar tersendiri.

“Selain kawula muda yang identik dengan suasana nongkrong sambil ngopi. Ada juga pengunjung yang datang selepas jam kerja hingga malam hari. Biasanya mereka menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas di sini sambil menikmati berbagai menu. Namun juga tidak sedikit orang dewasa yang datang menghabiskan waktu dengan mengunjungi tempat ini di malam hari,” ujar Moris Sondak barista yang sekaligus pengelola Kaden Coffee and Bread.
Diakuinya untuk menu andalan seperti milk bread, Croisant dan roti lainnya sengaja diolah sendiri mulai dari menyiapkan adonan hingga menyelipkan masing-masing varian rasa.
“Usaha ini kami jalankan bersama keluarga, kebetulan ada yang bisa membuat roti sehingga bisa menjaga baik rasa, higienitas dan tidak bergantung ke tempat lain,” lanjut pria modis yang biasa disapa Bisay dan berstatus jomblo selama bertahun – tahun.
Franklin Sondak sebagai penanggungjawab mengolah roti menambahkan, meski masih baru, namun penikmat olahannya sudah makin banyak.

“Masih menjual cara manual, belum melalui aplikasi, sudah mulai secara online lewat Media Sosial (Medsos). Ada pembeli yang meminta agar pesanan roti mereka dipanggang terlebih dahulu sehingga masih hangat saat hendak disantap,” terang pria berkaca mata ini.
Melihat menjamurnya rumah kopi yang tersebar di Kota Bunga membuat Kaden Coffee and Bread memiliki motivasi tersendiri.
“Intinya kami dengan tempat lain berupaya menghadirkan kualitasnya, baik menu, pelayanan dan segala sisi jenis usaha. Prinsipnya masing-masing memiliki khas, dan kami tentunya optimis dengan apa yang dihadirkan. Kini tinggal bagaimana bisa memenangkan menu kami di lidah pengunjung,” pungkas keduanya yang merupakan adik dari Jane Jeson, Aldrin Idin dan Maikel Marcel Akong.

