KANALMETRO, TOMOHON – Jumat (11/2/2022), Rumah Sakit (RS) Gunung Maria Tomohon merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 92.
Sembilan dekade sudah dilalui RS Gunung Maria berkarya menjalankan misi pelayanan dalam bidang kesehatan. Bulan Juni 1928 pembangunan rumah sakit ini dimulai. Bulan Mei 1929, peletakan batu pertama. 10 Februari 1930 dilakukan pemasangan istrik dengan biaya seluruh pembangunan rumah sakit adalah sebanyak 250.000 gulden.
Malam hari itu juga dilakukan pentahbisan gedung Rumah Sakit oleh Mgr Panis (waktu itu Prefek Apostolik Sulawesi, red) yang memberkati bagian utama dari numah sakit ketika itu bernama Marienheuvel. 11 Februari 1930, bagian lain rumah sakit diberkati oleh Prefek Apostolik.
Rumah Sakit yang baru ini dipimpin Sr Rosnata. Saat itu juga diperingati sebagai hari berdirinya rumah sakit dengan nama RK Ziekenhuis Marienheuvel. Dan sejak April 1954 berganti nama menjadi Rumah Sakit Gunung Maria.
Peringatan HUT ke 92 RS Gunung Maria kali ini dirangkaikan dengan Hari Orang Sakit Sedunia serta peresmian gedung medical rehabilitation center yang diawali misa syukur.
Pentahbisan dan pemberkatan gedung disertai dengan pengguntingan pita serta penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey diwakili Kadis Perindustrian dan Perdagangan Edwin Kindangen.
“Kiranya momentum ini semakin memacu semangat berkarya serta dalam peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Gunung Maria. Kiranya Rumah Sakit ini akan terus berperan aktif dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya,” terang Kindangen membawakan sambutan Gubernur.
Sementara Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut mewakili Walikota Caroll Senduk dalam sambutannya ikut menyampaikan selamat bersyukur atas bertambahnya umur Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon.
“Kiranya rumah sakit ini terus terjaga. Mari kita jaga kualitas pelayanan dan semoga Rumah sakit Gunung Maria Tomohon tetap jaya,” tukasnya.
Dikatakannya bahwa Pemerintah Kota Tomohon mempunyai tugas, disamping bersinergi dengan para tokoh agama. Tentu bersinergi juga dengan seluruh pelaku dibidang kesehatan.
“Kalau masyarakat sehat, pastinya perekonomian berjalan baik. Pemkot Tomohon juga terus memperhatikan berbagai hal seperti dunia pendidikan, kesehatan, pertanian dan lain sebagainya,” terang Lumentut.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur PT Ratna Timur Tumarendem Sr Monica S R Suparlan SSMJ SKM MHA dan jajarannya. Jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Kota Tomohon. Serta Direktur RS Gunung Maria dr Frankly O Palendeng Mars bersama jajarannya, para Dewan pimpinan Kongregasi SJMJ Manado.

