/

Terima Aksi Demonstrasi Mahasiswa, Ketua DPRD Sulut: Akan Kami Bawa ke Pusat

2 mins read
Demostrasi Mahasiswa DPRD Sulut
Dengan cara bersilah di pelataran halaman parkir DPRD Sulut, Silangen bersama sejumlah legislator menerima aksi demonstrasi mahasiswa (km-rio)

KANALMETRO, SULUT – Didatangi aksi demonstrasi mahasiswa, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Fransiscus Andi Silangen langsung datang menemui para pendemo dan menggelar dialog bersama atas delapan tuntutan yang disampaikan, Selasa (12/4/2022).

Bertempat dipelataran parkir halaman kantor DPRD Sulut, Silangen langsung menerima delapan hal yang menjadi tuntutan para mahasiswa yang menggelar demonstrasi.

“Aspirasi teman-teman ini kami terima dan akan bawa ke Pemerintah Pusat,” kata Silangen kepada para mahasiswa.

Sebagai buktinya, Silangen pun menandatangani diatas materai Rp 10 ribu terhadap delapan tuntutan mahasiswa dalam aksi demontrasi itu.

Ketika menerima para mahasiswa, Silangen ikut didampingi Wakil Ketua DPRD Sulut Victor Mailangkay serta para legislator lainnya seperti Muhamad Wongso, James Tuuk, Melky Pangemanan, Fabiab Kaloh dan Yusra Alhabsyi.

Sekedar diketahui bahwa delapan tuntutan mahasiswa itu yakni menolak tunda Pemilu 2024 dan perpanjagan jabatan Presiden selama tiga periode.

Menolak kebijakan pemerintah dengan menaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11 persen.

Mendesak pemerintah menstabilkan harga dan berantas mafia, serta tetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sesuai ekonomi masyarakat.

Menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tidak berpihak kepada masyarakat.

Mendesak pemerintah mencabut Undang – undang nomor 3 tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Mendesak pemerintah dan DPR untuk segera mensahkan Undang – undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Stop pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Meminta dilakukan revisi terhadap Undang – undang ITE serta stop kriminaliasi terhadap Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti.

Sementara Aksi itu diikuti para mahasiswa dari organisasi Cipayung Plus, Paguyuban dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Sulut.

Aksi para mahasiswa pun mendapat pengawalan ketat ratusan aparat kepolisian dari Polda Sulut dan Polresta Manado.

Latest from Same Tags