KANALMETRO, SANGIHE – Kampung Para Lelle, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki keindahan alam, khususnya pantai dan pemandangan bawah laut eksotis.
Seperti Pantai Nitu dan Dua Sawang adalah dua dari delapan wisata pantai dengan pemandangan yang indah dengan hijaunya pepohonan serta hamparan pasir putih.
Keanekaragaman biota laut membuat wisatawan lokal maupun asing jadi ketagihan untuk snorkling dan diving.
Bukan saja itu, namun juga menyimpan kekayaan wisata budaya yang dilestarikan dan ekonomi kreatif serta terus dikembangkan.
Hal itulah yang membuat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Pariwisata dan lembaga terkait lainnya melirik Kampung Para Lelle dalam pengembangan sektor pariwisatanya.
Salah satunya dengan mengajarkan bagaimana soal tata kelola destinasi wisata, pemberdayaan SDM dan pengembangan sumber daya alam yang dimiliki terhadap masyarakat setempat.
Hal itupun membuat pemerintah setempat beserta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan seluruh warga memiliki untuk menjadikan Para Lelle sebagai desa wisata unggulan di Sangihe.
Meski kendala yang dihadapi masyarakat saat ini adalah ketersediaan listrik dan jaringan internet namun itu tak menyurutkan semangat mereka.
Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sangihe Melanchton Harry Wolff mengatakan bahwa Pariwisata merupakan kegiatan yang akan menggerakan ekonomi daerah.
Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkab Sangihe dalam peningkatan ekonomi inklusif atau ekonomi kerakyatan.
Karena dikatakan Wolff, lewat kegiatan pariwisata akan membuka pasar yang seharusnya dilakukan dan disajikan oleh masyarakat itu sendiri. Sehingga manfaat yang diterima lebih banyak ke masyarakat.
“Wilayah Tatoareng khususnya di pulau Para memiliki akan pesona keindahan alamnya. Namun harus terus diupayakan untuk didukung dengan kesiapan masyarakatnya,” katanya, Rabu (13/4/2022).
Sebab menurutnya perlu disadari bahwa sebagian besar para pelaku wisata mengarah ke aktivitas kebudayaan atau kultur yang selama ini mengakar dikehidupan masyarakatnya.
Dan itu nantinya akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian besar wisatawan. Karena mereka akan melihat peradaban kehidupan suatu wilayah tersebut.
Dengan demikian mereka akan tertarik untuk berlama-lama menikmati keindahan wisatanya.
“Peluang inilah yang terus kita kembangkan dan nantinya diharapkan lewat kegiatan kepariwisataan, khususnya di Kampung Para Lelle,” tambahnya.
Karena menurutnya dengan begitu maka masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah yang besar. Selain itu dapat mengembangkan ekonomi kreatifnya, terutama menjadikan rumah mereka sebagai tempat tinggal wisatawan.
Namun tentu keramahannya harus dijamin agar wisatawan benar – benar merasa nyaman dan aman.
“Harapan besar kami agar masyarakat Sangihe dapat bersama Pemkab dalam menjadikan Desa Wisata Para Lelle,” pungkasnya.

