/

Maximus Watung, Advokat Profesional dan Aktivis Sejati Telah Pergi Selamanya

6 mins read
Maximus Watung
almarhum Maximus Watung semasa hidup (foto dok pribadi)

KANALMETRO, MANADO – Sabtu (14/5/2022) subuh, tersebar info duka atas meninggalnya seorang advokat /pengacara professional yang juga aktivis sejati semasa hidupnya yakni Maximus Watung.

Maximus Watung, dikenal dengan panggilan Max atau ada juga yang memanggilnya Mex semasa hidupnya banyak meninggalkan kenangan bagi banyak orang saat almarhum berkecimpung di dunia aktivis sosial kemasyarakatan hingga berprofesi sebagai seorang advokat /pengacara.

Suami Stevani Taroreh ini pun mengawali turun ke dunia aktivis sosial kemasyarakatan semenjak dirinya menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat Manado di tahun 2000.

Ayah dari Rara dan Prabu ini pun mengalaminya dengan bergabung bersama Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) Fakultas Hukum hingga tingkat Universitas.

Selanjutnya almarhum memilih Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) sebagai wadah pembinaan maupun perjuangan bagi dirinya.

Hingga akhirnya dengan komitmennya dalam beroganisasi membuat para aktivis Baret Merah Bol Kuning mempercayakan almarhum untuk memimpin PMKRI Santu Thomas Aquinas Cabang Manado sebagai Ketua Presidum di sekitar tahun 2004 hingga 2005.

Bermodal ilmu dan gelar Sarjana Hukum diraihnya pada Fakultas Hukum Unsrat serta sejumlah pengalaman dalam dunia organisasi. Max yang menghembuskan napas terakhirnya pada usia 40 tahun langsung memilih untuk terjun ke dunia hukum.

Dimana dirinya memilih Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado sebagai tempat awalnya menerapkan ilmu serta berbagai pengalaman yang didapatinya dalam membantu dan memperjuangkan hak kaum minoritas. Terlebih kepada mereka yang terhimpit karena persoalan hukum.

Meski ditengah kesibukannya, almarhum pun masih mau untuk bersama membangun serta memimpin LBH Pers Manado untuk mendampigi atau memberikan advokasi kepada para Jurnalis di Sulut.

Karena kepiawaiannya, saat almarhum terjun ke dunia professional dalam bidang hukum sebagai Advokat /pengacara. Meski masih dalam usia muda, dirinya mendapat kepercayaan untuk mendampingi owner kawasan Megamas Manado atau PT Mega Jasa Kelola almarhum Benny Tungka sebagai salah satu orang terdekat dalam mengurusi masalah hukum.

Belakangan sebelum meninggal dunia, almarhum sangat aktiv dalam organisasi kategorial di Keuskupan Manado yakni Legio Christi (LC). Dan sebelumnya juga pernah mendapat kepercayaan sebagai salah satu pengurus di Pemuda Katolik serta Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Sulut.

“Saya dengan Almarhum sudah sangat dekat sejak masih sebagai mahasiswa S1 hingga S3 atau doktoral. Almarhum merupakan calon Doktor yang potensial karena sangat kritis dan perfeksionis,” kata Wakil Rektor II Unsrat Manado Dr Ronny Maramis SH MH.

Menurutnya jika almarhum dikenal dekat dengan teman – teman semasa menimbah ilmu dalam studi program Doktoral. Bahkan dikenal suka membantu teman, adik – adik mahasiswa hingga para Adovakat Muda.

Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Manado Piet Kangihade sendiri mengaku mengenal almarhum sebagai Advokat yang aktif membantu para pencari keadilan di Sulut.

“Dia sangat profesional dan pekerja keras. Sangat ulet dan banyak membantu masyarakat Sulut yang mencari keadilan. Dia orangnya sangat baik menurut saya,” kata Piet.

Sedangkan Welly Mataliutan mengatakan jika Max merupakan sosok suami sekaligus ayah yang sangat bertanggungjawab pada keluarganya. Karena sejak dini telah menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada kedua anaknya.

“Max dalam menjalankan tugas profesi Oficum Nobille secara profesional dan berintegritas tinggi. Tak ada satu perkara yang diabaikannya, semuanya tuntas dengan hasil baik,” kata Mataliutan.

Bahkan dikatakannya hal itu dilakukan almarhum juga ketika menjalankan  bantuan hukum secara cuma-cuma (probono) bagi pencari keadilan yang tidak mampu. Dimana Max rela dengan tulus merongok kantong pribadi untuk biaya admistrasi perkara termasuk operasionalnya.

“Beliau dengan kemanpuannya dibidang hukum sering diminta oleh berbagai  organisasi kemahasiswaan dan profesi, NGO serta lainnya sebagai nara sumber  diberbagai kegiatan. Termasuk dalam Pendidikan Khusus Profesi Advokat oleh DPC Peradi Manado,” tambahnya sembari mengatakan jika beliau juga aktif  mengajar dosen pada Prodi Hukum sejak 2019.

Erick Monginsidi dan sejumlah Advokat juga menyebutkan jika almarhum merupakan sosok pribadi yang sering membentuk sesama Advokat dalam meningkatkan SDM.

Sehingga mereka menilai jika almarhum adalah orang berintegritas tinggi dalam menjalankan profesinya sebagai Advokat. Sehingga dirinya dinilai layak menjadi contoh yang baik bagi Advokat di Sulut.

“Kami banyak belajar dari Almarhum. Bagi kami, Max adalah mentor yang sangat luar biasa,” kata Erick.

Sementara Yoseph Ikanubun mengaku dirinya telah lama menjadi sahabat dengan almarhum ketika sama – sama berkecimpung di PMKRI hingga LBH Pers Manado.

“Ketika saya Ketua Presidium Cabang Tondano, beliau di Manado. Dan saat saya ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, kami sama – sama membangun dan mendirikan LBH Pers,” kata Ikanubun yang kini sebagai salah satu Ahli Pers dari Dewan Pers.

Ikanubun pun mengaku jika dirinya telah sangat mengenal sosok almarhum sejak sama – sama masih aktivis hingga kini keduanya telah terjun ke dunia professional meski berbeda latar belakang.

“Beliau telah banyak memberikan kontribusi dalam memperjuangkan kemerdekaan Pers di Sulut. Serta melakukan peningkatan kapasitas Jurnalis, khususnya advokasi,” pungkas Ikanubun.

Tubuhmu telah terbaring kaku, napasmu sudah berhenti. Tapi cerita, jasa, pengabdian dan semangatmu akan terus dikenang serta dipegang oleh banyak orang yang telah kau tinggalkan.

Selamat jalan Sahabat, jasamu akan selalu dikenang. Doa untuk dirimu selalu terselip dari banyak orang yang pernah dekat dan dibantu.

Dan untuk istri dan anak serta keluarga almarhum semoga selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi peristiwa Iman ini.

Untuk informasi almarhum akan dimakamkan di Desa Lemoh, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa pada Rabu (18/5/2022). Namun kini masih disemayamkan di rumah duka di Green Eden Manado.

Latest from Same Tags