Tiga Pelaku Penganiayaan di Woloan Tomohon Diamankan Tim URC Totosik

2 mins read
Pelaku Penganiayaan Woloan Tomohon
Ketiga pelaku di Polres Tomohon usai diamankan Tim URC Totosik (foto polrestomohon)

KANALMETRO, TOMOHON – Tim URC Totosik Polres Tomohon meringkus tiga  pelaku penganiayaan yang terjadi di Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat tepatnya kompleks Gereja GMIM Eben Haezer, Selasa (24/5/2022).

Ketiga pelaku penganiayaan itu yakni lelaki RM alias Ric (21), CT alias Cris (23) serta FP alias Nando (27), semuanya warga Kelurahan Woloan Dua, Kecamatan Tomohon Barat.

Mereka diamankan setelah dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap korban lelaki Marten Rotikan (24) warga Kelurahan Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, Minggu (22/5/2022).

Dipimpin Aipda Yanny Watung, tim URC Totosik mendapat informasi bahwa pelaku FP berada di rumah temannya pada kelurahan Woloan Dua. Benar saja, FP didapati sedang duduk di rumah temanya dan seketika itu langsung dibekuk.

Dari hasil interogasi, tim mendapati lokasi keberadaan pelaku RM yang ada di seputaran Kelurahan Woloan Dua dan berhasil diamankan.

Selanjutnya tim melakukan pelacakan terhadap nomor Handphone pelaku CT. Hasilnya CT sedang berada di seputaran perkebunan Tara-tara. Tidak memerlukan waktu lama, tim melakukan penyisiran mendapatinya di gubuk perkebunan sehingga langsung diamankan tanpa perlawanan.

Sementara itu berdasarkan keterangan korban jika kejadian bermula saat dirinya bersama istri sedang menunggu taksi online di lokasi kejadian. Tiba-tiba para pelaku yang diduga telah Miras datang dengan kendaraan bermotor.

“Tanpa sebab pelaku CT turun dan mengatakan saya meremehkan mereka, sehingga kami terlibat adu mulut,” kata korban.

Seketika itu juga pelaku RM dan FP langsung datang menganiaya korban hingga jatuh. Tidak puas, pelaku CT dan dua pelaku menendang korban hingga akhirnya dilerai warga sekitar.

Kapolres Tomohon AKBP Colibrito Arian Primadanu melalui Watung menjelaskan jika usai diamankan, para pelaku langsung dibawa ke Polres untuk diproses lebih lanjut.

Latest from Same Tags