Bawa Sajam Saat Demontrasi Pertambangan di Sangihe, Residivis Ditahan Polisi

1 min read
Sajam Demontrasi Pertambangan Sangihe
Pelaku ketika ditahan polisi (foto polres sangihe)

KANALMETRO, SANGIHE – Lelaki RS alias Robsal warga Kampung Sowaeng, Kecamatan Manganitu Selatan, Kabupaten Kepualauan Sangihe ditahan polisi karena kedapatan bawa senjata tajam (Sajam) saat melakukan aksi demontrasi terkait pertambangan.

Robsal yang merupakan residivis kasus pidana di Sangihe diketahui polisi bawa Sajam ketika terlibat dalam aksi demontrasi aktivitas pertambangan di Bawone.

Dimana demontrasi tersebut dilaksanakan di Kampung Salurang, Kecamatan Tabukan Selatan Tengah, Sangihe, Kamis (16/6/2022).

“Telah ditahan Kamis 30 Juni 2022,” kata Kapolres Sangihe AKBP Denny Wely Wolter Tomponuh SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Revianto Andriz.

Dijelaskannya pelaku akan dikenakan Undang- undang (UU) Darurat nomor 12 tahun 1951 dalam pasal 2 ayat (1) Uatas dugaan membawa senjata penikam atau senjata penusuk.

Menurut Kasat Reskrim jika pelaku melakukan tindakan pidana tanpa hak menerima, menguasai, membawa, mempunyai dalam miliknya, menyimpan, menyembunyikan dan mempergunakan senjata penikam atau penusuk.

“Pelaku mengaku jika sajam itu dibawanya setelah membersihkan perahu, lalu menuju ke lokasi unjuk rasa. Namun hal tersebut dianggap pihak berwajib tidak pada peruntukannya,” jelas Andriz.

Oleh karena itu dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Sangihe agar dalam menyampaikan aspirasi untuk tetap menjalankan sesuai aturan.

“Kami mempersilahkan untuk menyampaikan aspirasi. Tapi jalankan sesuai dengan Undang – undang dan aturan yang berlaku,” pungkasnya. Dijelaskannya pula bahwa pelaku terancam dengan hukuman penjara selama 10 tahun.

Latest from Same Tags