19 January 2026

/

Keunikan Motif Bunga Soraya di Galeri Kain Waya Tomohon

4 mins read
Galeri Kain Waya Tomohon
Kain motif Bunga Soraya di Galeri Kain Waya Tomohon (KM-Wailan)

KANALMETRO, TOMOHON – Keunikan tersendiri dari hasil karya kerajinan kain di Galeri Kain Waya Tomohon. Namanya motif Bunga Soraya, terpajang pada Galeri yang terletak di Kelurahan Kakaskasen Tiga, tepatnya di jalan Sunge.

Soraya diambil dari nama seorang gadis tuna grahita yang ada di SLB St Anna Tomohon. Dimana menurut owner Galeri Kain Waya Sulut Merry Karouwan  sebagai bentuk dedikasi atas hasil karyanya.

“Kebetulan saya sering ke situ, saat melihat para anak-anak ini menggambar, ditemukanlah gambar bunga dari adik Soraya, dan saya tertarik melihat gambar bunganya. Dan meminta ijin kalau bisa saya buatkan kain dengan motif seperti ini,” terang Karouwan.

Akhirnya motif kain ini sudah diproduksi sekira sebulan lalu, dan menjadi suatu hal berbeda dari pajangan lain di galeri ini.

“Karena kebanyakan yang ada didominasi oleh motif potensi bawah laut Bunaken, sebagai bentuk konsistensi pribadi agar orang tidak lupa dengan keindahan bawah laut Bunaken,” lanjut mantan ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Sulut ini.

Selain kain, juga terdapat hasil kerajinan Capeo Daun Pondang yang menjadi andalan Kain Waya Sulut yang mulai beroperasi di Tomohon sejak April 2022 ini untuk dijadikan souvenir bagi para wisatawan.

“Kalau capeo ini sudah sejak saya aktif di Dharma Wanita Minut kisaran 2010 silam dimana ide ini muncul ketika kami aktif berkumpul dan memiliki keinginan melahirkan karya positif. Apalagi capeo daun pondang ini juga mudah untuk dibawa para turis,” lanjutnya.

Selain itu bisa menjadi penyaluran berkat bagi orang lain, karena selain segi bisnis ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Memang untuk masyarakat Sulut belum terlalu terbiasa dengan pekerjaan seperti ini. Ini saya lakukan bukan untuk bisnis semata tapi ada keinginan kuat untuk bisa menghidupkan orang lain,” tambah wanita yang juga sebagai pemilik UMKM Wale Klabat.

Sejumlah produk di Galeri Kain Waya Tomohon (KM-Wailan)

Ragam produk juga terdapat di galeri tersebut semisal sabun lemongrass yang terbuat dari bramakusu dan VCO khas dari Sulut.

“Kalau ini hasil kolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekramasda) Sulut, kebetulan saya juga masuk sebagai salah satu pengurus. HAKI sudah keluar namun ijin BPOM masih berproses sehingfa sekarang sabun ini baru bisa dijadikan souvenir untuk dibagi-bagi,” lanjutnya.

Terdapat juga tas kerajinan anyaman plastik yang sudah diproduksi ribuan, bahkan sudah menyasar pasar luar daerah maupun mancanegara berkat jaringan pertemanan.

Perihal keyakinan berkespansi membuka galeri di Tomohon didasari trust yang kuat, meskipun di tengah situasi pandemi tidak menyurutkan semangat.

“Trust yang memperkuat saya menjalankan bisnis ini, jujur saya bukan tipikal orang yang hanya kuat berteori semata. Karena yang terpenting di sini yakni eksekusi yang pas, nah dengan kekuatan itu sesuai pengalaman pribadi bisa terbuka jaringan-jaringan pasar yang membantu penjualan produk – produk ini,” terang owner Excelsior Tours and Travel ini.

Melihat potensi Tomohon International Flower Festival (TIFF) tahun ini, Galeri Kain Waya tetap konsisten dengan hasil kerajinan yang ditampilkan dengan menonjolkan kearifan lokal yang ada di Sulut

“Sejauh ini memang kami tidak berjalan sendiri, ada kerja sama seperti dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sulut. Kita baru bangkit dari pandemi selama dua tahun, tidak ada strategi khusus, namun tetap konsisten dengan kearifan lokal yang ada, karena salah satu esensinya pariwisata pada budaya lokal masyarakat setempat,” tukasnya.

Latest from Same Tags