29 February 2024

/

33.953 Keluarga di Minahasa Beresiko Stunting

1 min read
El Nino Minahasa
Bupati Minahasa, Royke O Roring (foto pemkab)

KANALMETRO, MINAHASA – Setidaknya 33.953 Keluarga di Kabupaten Minahasa saat ini beresiko mengalami Stunting atau kekurangan gizi.

Jumlah keluarga yang beresiko Stunting itu disampaikan Bupati Minahasa Royke O Roring (ROR)  berdasarkan data diperolehnya dari BKKBN tahun 2022.

Hal itu disampaikan Bupati Minahasa ketika membuka penyuluhan program Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya pencegahan Stunting di Kecamatan Kawangkoan Utara, Senin (12/9/22).

“Semua keluarga yang berisiko Stunting ini akan menjadi sasaran intervensi. Sehingga dikemudian hari tidak akan lahir bayi Stunting yang akan memberikan dampak negatif pada kualitas sumber daya manusia di masa depan,” tukas Royke O Roring.

Sehingga menurutnya penyuluhan tersebut sangat penting karena akan memberikan pemahaman tentang hal-hal yang langsung bersentuhan dengan kehidupan manusia, baik secara individu dan keluarga.

Dan tentunya sebagai upaya dalam membentuk keluarga yang berkualitas. Agar sehingga pada gilirannya akan menghasilkan sumber daya manusia kompetitif dan handal.

Dia menjelaskan juga bahwa program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana) akan fokus menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan.

Selain itu, program ini mengarahkan bagaimana keluarga mempunyai rencana guna mewujudkan keluarga yang berkualitas sebagai modal pembangunan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Minahasa  Syultje Panambunan menjelaskan jika tujuan program ini adalah sebagai upaya pencegahan stunting. Serta upaya pembangunan dan penguatan keluarga demi menuju terwujudnya keluarga sejahtera. (Kelly)

Latest from Same Tags