//

CSR dan Kebisingan dari Area PGE Lahendong di Pangolombian Dikeluhkan Warga

2 mins read
PGE Lahendong di Pangolombian
Area PGE Lahendong di Pangolombian, Kamis (13/10/2022). (foto dok warga)

KANALMETRO, TOMOHON – Warga keluhkan kebisingan yang datang dari area PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong di Kelurahan Pangolombian, Kecamatan Tomohon Selatan.

Karena menurut warga kebisingan yang muncul dari lokasi PGE Lahendong di Kelurahan Pangolombian bunyinya cukup keras sehingga mengganggu aktivitas mereka.

“Aktivitas di PGE Lahendong Cluster Lima Pangolombian sangat menggangu sejak awal Oktober,” kata Jemmy Sarese selaku tokoh masyarakat Kelurahan Pangolombian, Kamis (13/10/2022).

Bahkan menurut Dia, kebisingan itu muncul saat siang maupun malam hari. Dan jika malam sangat mengganggu aktivitas tidur masyarakat.

Oleh karena itu diharapkan PT PGE Lahendong dapat mengatasi masalah tersebut agar warga tak terganggu. Karena hal itu merupakan tanggung jawab pihak Perusahaan terhadap masyarakat sekitar.

“Kiranya juga pihak perusahaan bisa memberikan Corporate Social Responsibility (CSR) secara rutin, apakah dalam bentuk pemberdayaan atau infrastruktur berdasarkan aturan berlaku. Termasuk harus memperhatikan masalah lingkungan serta ketenagakerjaan yang selama ini mulai diabaikan oleh pihak PT PGE Lahendong kepada warga Pangolombian,” tambahnya.

Jok Palendeng warga di Kelurahan Pangolombian menambahkan bahwa adanya kebisingan itu sebelumnya tak ada pemberitahuan kepada masyarakat setempat.

Sehingga diharapkan agar dapat memperhatikan akan masalah itu secara baik dan benar.

“Kontribusi nyata dan jangan hanya pihak tertentu yang didengarkan. Pemerintah juga harus terbuka kepada masyarakat terkait keberadaan PT PGE di Pangolombian termasuk soal CSR,” tegas Dia.

Humas PT PGE Lahendong  Dimas Wibisono saat dikonfirmasi mengatakan jika kebisingan itu terjadi karena adanya Blackout kelistrikan pada Selasa (11/10/2022) sehingga pihaknya dalam upaya menyiapkan suplay uap  20 Megawatt .

Hal itulah yang menimbulkan kebisingan dikarenakan untuk  secepatnya menyuplaikan ke pembangkit listrik hingga 12 Jam.

“Jika dalam normal 20 Megawatt  bisa diatur sistemnya sehingga dapat dikecilkan kebinsingan. Karena untuk mempercepat pemulihan kelistrikan yang  Blackout maka pembangkit harus secepatnya disuplay  agar kelistrikan cepat pulih,” tambah Dia.

Terkait keluhan lainnya Dia mengatakan bahwa itu akan dijadikan masukan sebagai bahan perbaikan kedepannya. Termasuk akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“PT PGE Lahendong juga terbuka untuk komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, serta monitoring dari pemerintah . Kiranya masukan dari warga  menjadi bahan perbaikan kedepannya bagi Kami,” pungkasnya. (Roni)

Latest from Same Tags