23 July 2024

//

8 Ekor Yaki Dilepaskan Kembali Ke Habitat Asli di TWA Gunung Ambang

2 mins read
Yaki dilepaskan Gunung Ambang
Penyerahan Yaki yang hendak dilepaskan di TWA Gunung Ambang, Senin (19/6/2023). KM-Rio

KANALMETRO, TOMOHON –  Sebanyak 8 ekor Yaki (Macaca Nigra) dilepaskan kembali ke habitat asli di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Ambang, Sulawesi Utara (Sulut).

Namun sebelum dilepaskan kembali di TWA Gunung Ambang, telah menjalani rehabilitasi sejak tahun 2020 di pusat habituasi Yaki di Kaki Gunung Masarang, Kota Tomohon, Senin (19/6/2023) siang

Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kerjasama antara Yayasan Masarang dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut dan PT Pertamina Geothermal Area Lahendong.

“Ini salah satu keberhasilan dari kegiatan konservasi satwa liar yaitu program ex-situ link to in-situ, yaitu pada akhirnya satwa dapat kembali ke alam,” Kata Kepala BKSDA Sulut, Akhari Masikki

Menurut informasi, 8 Yaki ini didapatkan dari masyarakat. Sehingga kehidupan serta pola makan dari Satwa yang dilindungi ini tentu sudah berubah. Maka diperlukan habituasi kembali agar insting Yaki sebagai hewan yang hidup di alam liar bisa tumbuh kembali dan populasinya bisa terjaga

“Setelah kegiatan pelepasliaran monyet Yaki akan diikuti dengan beberapa kegiatan pasca pelepasliaran antara lain sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan TWA Gunung Ambang dan melakukan monitoring pasca pelepasliaran satwa selama 3 bulan kedepan.” tambahnya

PT Pertamina Geothermal Area Lahendong melalui Direktur Operasi, Ahmad Yani mendukung program pelestarian alam dan satwa karena sesuai dengan 4 pilar perusahaan tersebut yaitu Lingkungan

“Sekitar 90 Juta per tahun dana kami programkan untuk konservasi satwa Yaki karena statusnya Critically Endangered (beresiko tinggi untuk punah), sehingga juga merasa perlu diperhatikan,” Kata Yani

Turut hadir dalam kegiatan ini mewakili Pemerintah Kota Tomohon serta para pegiat alam dan satwa. Besar harapannya kepada seluruh masyarakat bisa merawat para Yaki ini dengan tidak memelihara apalagi melakukan tindakan pidana yaitu jual beli Satwa yang dilindungi ini. (Rio)

Latest from Same Tags