29 February 2024

Polres Sangihe Seriusi Dugaan Kasus Kekerasan Anak di Tabukan Tengah

2 mins read
Polres Sangihe Kekerasan Anak
Polres Sangihe memberikan keterangan pers terkait pengungkapan dugaan kasus kekerasan anak, Senin (10/7/2023). KM-Zulfais

KANALMETRO, SANGIHE – Penyidik Satuan Reskrim Polres Sangihe menseriusi dugaan kasus kekerasan dengan korban anak dibawah umur yang terjadi di Kampung Talengen, Kecamatan Tabukan Tengah, Sabtu (25/3/2023) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Dimana yang menjadi terduga pelaku dalam dugaan kasus kekerasan anak itu yakni lelaki NS (18) warga Kampung Talengen dan telah diamankan oleh Polres Sangihe.

“Dugaan kasus ini terungkap berawal dari laporan yang diterima aparat kepolisian di Polsek Tabukan Tengah, 29 Maret 2023,” kata Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Fadly STrk ketika memberikan keterangan pers, Senin (10/7/2023).

Dia menjelaskan bahwa yang menjadi korban dalam dugaan kasus ini adalah lelaki M (15). Awalnya terduga pelaku yang disinyalir telah mabuk karena Miras bertanya soal keberadaan adiknya terhadap korban.

Namun korban menjawab tidak tahu, sehingga terduga pelaku langsung menganiayanya dengan cara memukul menggunakan tangan. Pukulan itu mengenai mata sebelah kiri dari korban.

Terduga pelaku tak berhenti disitu, namun kembali melayangkan satu pukulan yang mengenai bagian kepala sehingga korban mengalami pusing serta mata kirinya bengkak.

“Akibat perbuatan terduga pelaku, korban tidak masuk sekolah selama seminggu,” tambah Fadly.

Selain itu Dia menjelaskan bahwa terduga pelaku akan dijerat dengan pasal 80 ayat 1 Undang – undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang tentang perubahan atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak dipidana penjara paling lama 3 tahun 6 bulan, dan/atau denda paling banyak Rp 72 Juta. Bisa juga dikenakan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,” tambah Dia.

Sementara itu Kapolres Sangihe, AKBP Dhana Ananda Syahputra SIK memberikan peringatan kepada masyarakat. Karena menurut Dia, kasus kekerasan terhadap anak ini merupakan atensi atau mendapat perhatian khusus, baik itu penganiayaan ataupun asusila

Bahkan menurut Dia jika Polres Sangihe akan memberikan perhatian khusus dengan dapat memproses lebih cepat para terduga pelaku kejahatan terkait anak.

Latest from Same Tags