KANALMETRO, TOMOHON – Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Fakultas MIPA (FMIPA) Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) kembali dilaksanakan, kali ini menargetkan agar Tim Penggerak PKK di Kelurahan Tumatangtang Satu, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon untuk menjadi pelaku usaha dapur sehat Makan Bergizi Gratis (MBG).
Alasan memilih Kelurahan Tumatangtang Satu sebagai lokasi program tersebut, karena anggota PKK setempat telah memiliki usaha kuliner rumahan. Namun masih ada sejumlah kendala seperti alat produksi yang masih sederhana.

Kendala lain manajemen keuangan belum rapi, legalitas usaha belum ada serta proses pemasaran masih terbatas. Sehingga diharapkan melalui program PKM itu dapat memperkuat produksi, manajemen dan pemasaran. Agar nantinya usaha lebih sehat, higenis, dan berdaya saing serta mendukung program MBG.
Sementara itu untuk metode dan tahapan dalam menjalankan program tersebut yakni melakukan sosialisasi guna memberikan penjelasan serta membangun komitmen dengan mitra.

Selanjutnya dilaksanakan pelatihan, dimana peserta dilatih untuk memproduksi makanan sehat, manajemen usaha dan pemasaran digital. Kemudian diberikan penjelasan mengenai penerapan penggunaan dapur sehat, SOP produksi, pencatatan keuangan dan promosi online.
Tim juga melakukan pendampingan guna memonitoring rutin serta memberikan bantuan secara teknis dilapangan. Dan tentunya adanya evaluasi mengenai keberlanjutan program, caranya dengan melakukan refleksi capaian, menentukan rencana usaha dan kerja sama lanjutan.

Sehingga program yang dilaksanakan sejak bulan Juli hingga September 2025 nanti, digelar sejumlah kegiatan.
Sejumlah kegiatan itu yakni sosialisasi program PKM dan pemberian alat masak terstandar yang berbahan Stainless steel atau baja tahan karat kepada ibu-ibu PKK. Selanjutnya pelatihan Produksi Makanan Sehat, pembagian MBG tahap pertama bagi ibu hamil dan Balita.

Kemudian pembagian MBG kedua bagi ibu hamil dan Balita, serta pembagian makanan tambahan di Posyandu Kelurahan Tumatangtang Satu.
Karena target dari program ini terkait produksi adalah tersedianya dapur sehat komunitas dengan peralatan standar, penerapan SOP produksi makanan sehat, adanya 3 hingga 5 menu makanan sehat berbasis lokal yang siap dipasarkan serta kapasitas produksi meningkat 50 persen dari sebelumnya.

Sedangkan target terkait manajemen usaha adalah kelompok menggunakan secara rutin atas buka catatan keuangan harian, terbentuknya struktur organisasi usaha, mengajukan legalitas usaha yakni minimal 1 diantaranya NIB atau PIRT, serta tersusunnya dokumen rencana usaha.
Sementara untuk target pemasaran adalah memiliki satu akun media sosial yang aktif, adanya 1 katalog produk baik cetak maupun digital, miliki 3 hingga 5 desain kemasan dan label produk siap pakai serta adanya berjalannya pemasaran secara daring agar pemesanan meningkat sekurangnya 30 persen. (adv)

