KANALMETRO, TOMOHON — Akibat terjadi musibah kebakaran, tiga rumah di Lingkungan IV, Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon terbakar serta satu sekolah terdampak. Peristiwa itu terjadi Rabu 3 September 2025 siang sekitar pukul 13.25 Wita.
Tiga rumah yang ludes terbakar akibat peristiwa naas itu adalah milik keluarga Juliana Pijoh, Karundeng-Pangkerego serta Pangemanan-Karundeng.
Sedangkan satu bangunan bangunan sekolah di Kelurahan Kolongan yang terdampak kejadian kebakaran itu adalah SD GMIM 8 Tomohon.
Kapolres Tomohon melalui Kasi Humas, Iptu Musalino Pattah memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 Juta.
Dia juga menjelaskan bahwa dari hasil keterangan saksi mata, api pertama kali terlihat berasal dari rumah keluarga Juliana Pijoh.
“Saya mencium bau terbakar dari kamar bagian depan. Saat dicek, nyala api sudah muncul dari dinding kamar yang terdapat stop kontak listrik,” jelas salah satu penghuni rumah yang terbakar.
Salah satu penghuni lainnya menjelaskan jika melihat asap tebal dari plafon kamar di lantai dua.
Lurah Kolongan, Veronica Runtuwene mengatakan untuk sementara para penghuni rumah korban kebakaran sudah dievakuasi ke kediaman keluarga terdekat.
“Ada empat keluarga yang mengungsi sementara, dari pemerintah Kelurahan Kolongan saat ini sudah memberikan bantuan makanan untuk malam ini hingga esok,” ungkap Dia.
Selain itu Dia juga mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah di tingkat lebih tinggi serta dinas terkait untuk memastikan kebutuhan keluarga korban dapat segera terpenuhi.
Veronica Runtuwene juga mengapresiasi gerakan spontan masyarakat setempat yang bahu membahu membantu memadamkan api sehingga tidak menyebar lebih besar,” tuturnya.
Pemadaman melibatkan enam unit mobil damkar, terdiri dari tiga unit milik Pemkot Tomohon, dua unit milik Pertamina, serta satu unit dari Minahasa. Dipimpin Sekretaris Satpol PP Tomohon, Edwin Kalengkongan api berhasil dijinakkan api sekitar pukul 15.30 Wita.
Reporter: Wailan Montong
Editor: Roni Sepang

