KANALMETRO, SANGIHE – Mulai Jumat 17 Oktober 2025, pembangunan fisik gerai dan pergudangan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Kepulauan Sangihe dimulai.
Hal itu ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan gerai, pergudangan, dan kelengkapan Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan, Kabupaten Kepulauan Sangihe dipusatkan di Kampung Lapango, Kecamatan Manganitu Selatan.
Peletakan batu pertama itu dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari. Kegiatan dilaksanaan bersamaan dgn HUT Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga ke depan pembangunan ini benar-benar terwujud dan memberi manfaat besar bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Manganitu Selatan,” ujar Bupati Sangihe.
Dia menambahkan, di Kabupaten Kepulauan Sangihe ada 145 desa dan 22 kelurahan. Semuanya telah memiliki badan hukum koperasi yang menjadi dasar kuat dalam pengembangan program nasional ini. Nantinya mulai tahun 2026, 30 persen Dana Desa akan diblokir sebagai jaminan permodalan koperasi Merah Putih di bank-bank pemerintah.
“Kalau koperasi ini berjalan, dana desa sebesar 30 persen akan menjadi jaminan di bank. Ini bisa menjadi sumber penguatan ekonomi bagi koperasi Merah Putih di setiap kampung dan kelurahan,” jelas Michael Thungari.
Dia juga mengatakan bahwa sudah terdapat delapan pendamping koperasi yang dibiayai oleh pemerintah pusat untuk membantu perencanaan dan pelaksanaan program ini di Sangihe. Sehingga diharapkan pemerintah kampung dan pengurus koperasi dapat bekerja sama dalam memastikan keberlangsungan dan manfaat koperasi bagi masyarakat.
“Yang terpenting, mari kita sesuaikan jenis usaha koperasi dengan kebutuhan masyarakat di setiap kampung agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan bersama,” pungkas Dia.
Sementara itu, Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazarudin mengatakan bahwa di bawah jajarannya ada dua titik pelaksanaan, yaitu di Desa Lapango serta Biaro Kabupaten Sitaro.
Dia menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan koperasi Merah Putih membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
“Menentukan lokasi ini tidak mudah, karena harus berada di atas aset desa. Berkat dukungan Bupati dan pemerintah daerah, lokasi di Lapango ini bisa ditetapkan. Kedepan, setiap desa diharapkan mulai menginventarisir asetnya untuk pembangunan koperasi,” ujar Dia.
Ikut hadir dari unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemkab Kepulauan Sangihe. (zulfais)

