KANALMETRO, TOMOHON – Umat Katolik Kevikepan Tomohon merayakan perayaan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dengan Festival Tomohon Christ of the King tahun 2025, Minggu 23 November 2025.
Festival ini menampilkan parade patung kudus serta simbol-simbol rohani, seni dan budaya yang turut menyemarakkan pusat Kota Tomohon.
Delapan paroki yang berada di wilayah Kevikepan Tomohon menjadi peserta utama dalam perarakan akbar tersebut. Prosesi dibuka dengan perarakan Monstrans selanjutnya pemberkatan oleh Uskup Manado, Mgr Estephanus Rolly Untu MSC. Sementara seluruh umat berlutut memberi hormat kepada Sakramen Mahakudus.
Selain paroki, sejumlah lembaga hidup bakti seperti komunitas biara dan yayasan religius yang ada di juga ikut meramaikan Festival Tomohon Christ of the King tersebut. Keikutsertaan mereka memberi warna tersendiri bagi jalannya prosesi yang berlangsung dengan khidmat dan meriah.
Parade kali ini menarik perhatian masyarakat karena kemiripannya dengan tradisi Semana Santa di Spanyol. Selama prosesi berjalan, delegasi dari setiap paroki mempersembahkan patung-patung kudus seperti Kristus Raja, Bunda Maria, hingga Monstrans Ekaristi yang ditempatkan pada usungan megah. Usungan itu dipikul puluhan pemuda dan Kaum Bapa Katolik, berjalan perlahan melewati rute utama kota sampai mencapai panggung kehormatan.
RD Rafael Tanod selaku Ketua Panitia mengatakan perayaan tahun ini memiliki makna historis dan spiritual yang sangat penting.
“Perayaan ini memaknai 150 tahun Pembabtisan pertama di Tomohon, Peringatan 100 tahun ditetapkannya Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam sebagai puncak tahun liturgi bagi Umat Katolik, bertepatan dengan Hari Orang Muda se Dunia, juga ungkapan syukur karena baru saja Kota Tomohon meraih juara umum dalam ajang Pesparani Provinsi Sulut yang pertama,” ujar Pastor Revi sapaan akrabnya.
Sedangkan Uskup Manado dalam sambutannya berharap agar festival ini terus menjadi ruang pembaruan iman bagi umat Katolik.
“Seperti yang disampaikan tadi perayaan ini memaknai sejumlah hal mulai dari perayaan Kristus Raja Semesta Alam, Yubileum 150 tahun pembabtisan pertama di Keuskupan Manado, 100 tahun ditetapkannya Kristus Raja Semesta Alam oleh Paus Pius XI. Perayaan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan, semoga bisa menjadi sebuah agenda rutin dalam rangka memaknai penyegaran iman,” ungkap Uskup Manado.
Setelah parade dilanjutkan dengan konser seni dan budaya dari berbagai kelompok umat se Kevikepan Tomohon. Diantaranya tari Selendang Biru oleh WKRI, Tari Jajar OMK, paduan suara Viri Gregorian Musica Sacra, LP3KD Tomohon dan beberapa grup lainnya.
Perayaan ini turut dihadiri Wali Kota Caroll Senduk, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso, Pastores Kevikepan Tomohon yang dipimpin Vikaris Episkopalis RP Benedictus Pangkey MSC, unsur Forkopimda dan undangan lainnya.

