KANALMETRO, TOMOHON – Diduga karena jatuh dari pohon aren, lelaki Ferry Paat (64) warga Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon ditemukan telah dalam keadaan tak bernyawa di kebun, Rabu 26 November 2025 sekitar pukul 18.30 Wita
Korban sebelumnya hendak mengambil nira (Saguer, red) di perkebunan Titiwoon, Kelurahan Rurukan dan diduga jatuh dari pohon aren setelah tangga kayu yang dinaikinya patah.
Informasi diperoleh, Senin 24 November 2025 sekitar pukul 11.00 Wita korban ke kebun, dan sejak itu tidak lagi terlihat di rumah hingga membuat pihak lingkungan dan keluarga mulai khawatir.
Upaya pencarian dilakukan setelah Kepala Lingkungan menyampaikan bahwa korban beberapa kali dicari untuk penyaluran BLT, namun tidak berada di rumah. Rabu sore sejumlah warga menuju perkebunan Titiwoon untuk memastikan keberadaan korban.
Setibanya di lokasi, mereka mendapati pondok milik korban dalam keadaan kosong, termasuk peralatan penyadap nira yang biasa digunakan. Karena curiga, pencarian diperluas di sekitar area kebun yang memiliki kontur tanah miring dan licin.
Pukul 18.30 WITA, korban akhirnya ditemukan dalam posisi terlentang di tanah, sekitar 15–20 meter dari pohon aren yang menjadi tempatnya mengambil nira. Tangga kayu sepanjang sekitar 12 meter yang digunakan korban terlihat patah. Sehingga kuat dugaan itu penyebab korban terjatuh dari pohon.
Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis SIK melalui Kasi Humas Iptu Musalino Patah ketika dikonfirmasi, Kamis 27 November 2025 membenarkan kejadian tersebut.
Pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk memastikan kronologi lengkap atas insiden tersebut. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, sehingga peristiwa ini murni kecelakaan kerja.
Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi yang disaksikan aparat Kelurahan Rurukan. Jenazah selanjutnya diserahkan ke keluarga untuk proses pemakaman.
Reporter: Wailan Montong

