11 February 2026

/

Operasi SAR Bencana di Sitaro Berakhir, Dua Korban Dinyatakan Hilang

1 min read
operasi sar bencana sitaro
Apel penutupan operasi SAR bencana di Sitaro, Minggu (18/1/2026). foto: dok basarnas sulut

KANALMETRO, SULUT – Minggu 18 Januari 2026 pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) bencana banjir bandang serta longsor yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau Tagulandang Biaro ) telah berakhir dan resmi ditutup.

Penutupan itu setelah dilakukan operasi SAR selama 14 hari setelah kejadian bencana pada sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin 5 Januari 2026 dini hari. Hal tersebut ditandai dengan apel penutupan tanggap darurat bencana yang dipimpin langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Sitaro, Chyntia Ingrid Kalangit. Serta diikuti oleh seluruh unsur tim SAR gabungan.

Sehingga dengan ditutupnya operasi tersebut, maka dua korban yakni Andres Pianaung dan Leonel Pianaung dinyatakan hilang.

“Hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 16.00 Wita, tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban meskipun upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” kata Kepala Basarnas Sulawesi Utara (Sulut), George Mercy Randang.

Dia menjelaskan bahwa “seluruh potensi SAR telah dikerahkan, dan pencarian dilakukan secara menyeluruh baik di darat maupun pesisir. Namun sampai dengan batas waktu operasi ditambah 7 hari sehingga menjadi 14 hari pencarian kedua korban belum berhasil ditemukan.

“Hasil akhir operasi SAR di Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat 76 orang selamat, 17 meninggal dunia, dan dua dinyatakan hilang,” jelas George Mercy Randang.

Oleh karena itu Basarnas Sulut bersama seluruh unsur terkait menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam operasi SAR tersebut. Serta mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak bencana.

Editor: Fransiskus Talokon

Latest from Same Tags