04 March 2026

Kajati Sulut Resmikan Aula Semangat Adhyaksa Kejari Tomohon

4 mins read
Pengguntingan pita dalam peresmian oleh Kejati Sulut

KANALMETRO, TOMOHON – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tomohon sekaligus meresmikan Aula Semangat Adhyaksa, Selasa 10 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan transformasi kelembagaan Kejaksaan di daerah.

Kajati Sulut hadir bersama jajaran Kejati Sulut serta Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulut, Ny Yulis Hendrik Pattipeilohy. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, Reinhard Tololiu didampingi Ketua IAD Daerah Tomohon Desire Reinhard bersama seluruh jajaran Kejari Tomohon.

Dalam kesempatan tersebut, Kajati Sulut berkesempatan untuk meninjau langsung keadaan kantor Kejari Tomohon. Sebelum pengguntingan pita dilaksanakan ibadah singkat yang dipimpin rohaniawan.

Dalam sambutannya Kepala Kejari Tomohon, Reinhard Tololiu menegaskan bahwa transformasi Kejaksaan harus berangkat dari nilai dan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya selalu mengingat pesan dari Pak Kajati Sulut semasa masih bertugas sama-sama sejak di gedung bundar, pertanyaan yang mendasar apa nilai yang bisa kita berikan, pesan pak Kajati dimana kata beliau kita harus bernilai dan memberi berdampak dimanapun kita ditugaskan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kejari Tomohon terus menggeser paradigma lama menuju wajah Kejaksaan yang lebih humanis dan modern.

“Kita berusaha menggeser wajah kejaksaan dari rencana berpikir lama ke paradigma baru, dari sekedar pengawas menjadi rumah pemulihan yang mengayomi. Di era big data, citra institusi tidak lagi semata dilihat dari bangunan fisik, melainkan dari keterbukaan dan aksesibilitas informasi kepada publik,” terang Tololiu.

Kejari juga menyinggung penerapan keadilan restoratif sebagai arah kebijakan Kejaksaan saat ini.

“Sejak Januari 2026 menuntut kita tidak lagi bekerja seperti kalkulator, hanya menghitung hukum dan tahun hukuman. Pendekatan restorative justice yang selalu disampaikan Jaksa Agung sebagai upaya menerjemahkan konsep ‘Utilitarianisme Jeremy Bentham’. Kami juga berharap Aula Semangat Adhyaksa menjadi simbol semangat baru Kejari Tomohon dalam menghadirkan keadilan yang berorientasi pada kemanusiaan,” harapnya.

Sementara itu, Kajati Sulut mengapresiasi konsep transformasi yang dijalankan Kejari Tomohon.

“Konsep Transformasi dari Kejari Tomohon yang dipaparkan tadi secara baik, sehingga yang kita lihat tadi mulai dari analisis SWOT, karena dalam konsep manajerial organisasi ini merupakan menuju hasil yang optimal,” ungkapnya.

Ia mengingatkan pentingnya perubahan dengan mengutip pernyataan Presiden Amerika Serikat ke-44.

“Meminjam istilah yang disampaikan Presiden Barack Obama lalu change or die. Kalau kita tidak berubah maka kita akan mati,” tegas Kajati.

Menurut Pattipeilohy, peresmian Aula Semangat Adhyaksa memiliki kaitan erat dengan upaya transformasi kelembagaan.

“Bagaimana sarana dan prasarana merupakan bagian utama dalam menjalankan literasi membantu menunjang melakukan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Saya juga mendorong seluruh Kejari di kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara untuk proaktif memberikan pelayanan pro-rakyat sekaligus berkontribusi meningkatkan pendapatan asli daerah,” terangnya.

Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sulut turut didampingi Asisten Intelijen Ery Yudianto, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Andi Usama Harun, Asisten Pidana Militer Kolonel Laut Fredie Alexander Tamara, Plh Kabag Tata Usaha Morais Barakati, Kasi Penkum Januarius Bolitobi, serta jajaran lainnya. Peresmian Aula Semangat Adhyaksa diharapkan menjadi tonggak penguatan pelayanan dan reformasi Kejaksaan Negeri Tomohon ke depan. Jga turut dihadiri oleh Pemerintah Kota Tomohon.