KANALMETRO, MANADO – Klabat Jaya Sakti XIII FC membuka langkah mereka di babak 6 besar Liga 4 Sulut 2026 dengan hasil positif. Menghadapi Puma FC pada laga Grup E di Stadion Klabat Manado, Sabtu 4 April 2026, tim asuhan Mohamad Feranudin menang tipis namun penting dengan skor 1-0.
Kemenangan ini membuat Klabat Jaya Sakti FC sementara memuncaki klasemen Grup E dengan koleksi 3 poin dari satu pertandingan. Sementara Puma FC harus pulang tanpa angka, meski tetap menunjukkan perlawanan disiplin sepanjang laga.
Sejak menit awal, Klabat Jaya Sakti tampil dominan dengan menurunkan komposisi terbaik. Duet Kencana Bongga dan Ariadi Hippi mampu mengatur ritme permainan sekaligus memberi kontrol penuh di lini tengah. Ball possession pun lebih banyak dikuasai Klabat Jaya Sakti, yang terus mencoba menekan pertahanan lawan lewat kombinasi serangan dari tengah dan sisi lapangan.
Disisi lain, Puma FC memilih pendekatan berbeda. Tim asal Kepulauan itu tampil lebih menunggu dan mengandalkan serangan balik cepat melalui kelincahan dua winger mereka, Israel Lahopang dan Rickael Wangga. Di lini depan, Gerald Mangantar diplot sebagai target man untuk memanfaatkan setiap celah yang muncul di pertahanan lawan.
Meski terus ditekan, Puma FC menunjukkan organisasi bertahan yang cukup solid. Barisan belakang mereka yang dikomandoi kapten tim Ricky Mandalika tampil disiplin, sementara penjaga gawang Junesar Legrans beberapa kali tampil sigap untuk menggagalkan peluang berbahaya dari Klabat Jaya Sakti. Hingga turun minum, skor tetap bertahan 0-0.
Memasuki babak kedua, jalannya laga tidak banyak berubah. Klabat Jaya Sakti tetap memegang kendali permainan dan terus mengurung area pertahanan Puma FC. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang membuat sejumlah peluang gagal berbuah gol.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-50. Momen itu datang lewat aksi tajam Cleohaeart Rorong, yang berhasil lolos dari pengawalan pemain belakang Puma FC sebelum menaklukkan Junesar Legrans. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat dan penuh duel lini tengah.
Setelah unggul 1-0, Klabat Jaya Sakti tidak menurunkan intensitas. Mereka tetap tampil agresif dan terus berusaha menambah keunggulan. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah. Klabat Jaya Sakti menutup laga dengan kemenangan tipis yang sangat berarti di fase 6 besar.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Klabat Jaya Sakti sebelum menghadapi Bolsel FC pada laga berikutnya yang dijadwalkan berlangsung Senin 6 April 2026).
Usai pertandingan, kubu Puma FC tetap melihat laga ini sebagai proses penting bagi perkembangan tim. Official Puma FC, coach Ruddy Manumpil, mengaku tetap bersyukur dengan capaian timnya yang sudah mampu menembus babak 6 besar.
“Masuk babak 6 besar saja kami sudah sangat bersyukur karena memang sejak awal tidak memiliki target sejauh ini, karena tim Puma FC datang ke sini untuk belajar bagaimana sepak bola sebenarnya,” jelas eks Penyerang andalan Persmin dan Persma ini.
Nada serupa disampaikan kapten tim Puma FC, Ricky Mandalika, yang menilai pertandingan ini menjadi pengalaman berharga bagi timnya.
“Pertandingan ini akan menjadi pelajaran bagi kami anak-anak pulau agar bisa lebih baik lagi ke depannya,” jelas Ricky.
Sementara itu, pelatih kepala Klabat Jaya Sakti, Mohamad Feranudin, mensyukuri tiga poin perdana timnya di fase 6 besar. Meski begitu, ia menegaskan timnya masih punya sejumlah catatan evaluasi sebelum laga berikutnya.
“Meski begitu kami akan tentu mengevaluasi tim karena melihat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti finishing juga keputusan-keputusan yang diambil pemain di lapangan. Sehingga menghadapi pertandinga melawan Bolsel FC senin nanti kami lebih baik lagi,” jelas coach Fera.

