KANALMETRO, TOMOHON – Pandemi Covid-19 ikut berdampak banyak sektor, termasuk aktivitas Marching dan Drum Band di Kota Tomohon yang sekan ‘mati suri’.
Karena ditahun sebelumnya, Tomohon juga dikenal dengan banyaknya grup Marching dan Drum Band. Karena hampir semua sekolah di Kota Bunga ini memiliki Marching dan Drum Band yang biasanya sering digunakan saat parade, pawai maupun agenda penting lainnya.
Namun di Mei tahun 2022, aksi para siswa dalam memainkan berbagai alat musik dan peragaan menarik lainnya akan kembali tampil di jalan utama Kota Tomohon guna memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Belum lagi nantinya dalam pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang direncanakan kembali digelar bulan Agustus. Karena biasanya ada sejumlah Marching dan Drum Band yang ikut menghantar para peserta dalam parade bunga di iven berstandar internasional itu.
Bukan saja siap menghibur masyarakat dari dalam maupun luar Tomohon, namun aksi para siswa ini juga ikut membawa berkat bagi orang lain. Salah satu paling merasakan adalah para pelatik Marching dan Drum Band karena kini bisa kembali mengais rejeki musiman dari sekolah yang menggunakan jasa mereka.
“Bukan soal job yang bisa diperoleh setelah dua tahun vakum, melainkan lebih dari itu yakni bergeliat kembali,” kata Jessi Lamusu salah satu pelatih Marching Band di SMPN 1 Tomohon
Lamusu mengatakan meski waktu persiapan cukup singkat karena ada libur panjang. Namun dirinya bersama tim tetap berupaya untuk menampilkan yang terbaik.
“Sekian tahun vakum, otomatis harus mencari regenerasi pemain dan pastinya ini akan mulai dari awal lagi. Beruntung siswa-siswi di Tomohon sudah terbiasa sehingga dengan memaksimalkan latihan, setiap pemain bisa kembali menemukan sentuhan-sentuhannya,” tukas Lobs sapaan akrab Lamusu yang juga pentolan komunitas Fire of Flower Drum Corps Tomohon.
Senada disampaikan pelatih lainnya, Aldo Karundeng mengaku saat ini mendapat job melatih dua sekolah, yakni SDN 2 Tomohon dan SD GMIM 1 Kakaskasen.
“Intinya sangat senang dengan akan diadakannya kembali pawai Hardiknas di Tomohon. Terlebih dengan melibatkan Marching dan Drum Band dari sekolah-sekolah,” ungkap Karundeng.
Apalagi menurutnya, Tomohon ini bukan hanya dikenal sebagai Kota Bunga. Melainkan juga karena memiliki potensi Marching dan Drum Band, bahkan sudah masuk perhitungan daerah luar.
“Selain materi anak-anak yang sudah lama tidak memainkan alat. Alat yang sudah jarang digunakan akibat terlalu lama disimpan akan ikut berpengaruh,” pungkas Dado sapaan Karundeng.
Namun dirinya dan dan teman-temannya yang berkecimpung didunia ini tetap bersemangat memberikan terbaik untuk menghibur. Dan yang terpenting adalah membawa nama baik sekolah binaanya. (Wailan)

