28 October 2026

/

Siswi SMK di Tahuna Nyaris Bunuh Diri Dengan Cara Naik Tower Penampung Air Sekolah

3 mins read
Siswi SMK Tahuna Bunuh Diri
Aksi siswi salah satu SMK Negeri di Tahuna saat berada diatas tower, Kamis (2/3/2023). KM-Zulfais

KANALMETRO, SANGIHE – Kamis (2/3/2023) pagi sekitar pukul 10.00 Wita, warga Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe dihebohkan dengan aksi salah satu siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri yang nyaris melakukan aksi bunuh diri.

Upaya percobaan bunuh diri itu dilakukan J (17) siswi tersebut dengan cara menaiki tower penampungan air sekolah pada salah satu SMK Negeri di Tahuna.

Pihak sekolah yang mengetahui aksi siswi kelas 12 itu langsung menghubungi pihak TNI dan kepolisian setempat, yakni Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Dan selanjutnya petugas berusaha membujuknya agar mengurungkan aksinya itu.

Namun sepertinya siswi tersebut tidak menghiraukan bujukan dari para guru, petugas dari TNI-Polri dan teman – temannya. Namun upaya penyelamatan berhasil dilakukan oleh petugas Babinsa yang telah naik ke atas tower dan menangkap lengan kiri perempuan itu.

Selanjutnya petugas mengevakuasinya dengan cara menunrunkan menggunakan tali dan langsung di bawa ke salah satu ruangan sekolah.

Informasi diperoleh bahwa aksi nekat itu dilakukan siswi tersebut karena diduga mengalami malasah keluarga serta dengan pacarnya.

“Kejadiannya saat jam pelajaran dan ada yang masih sementara ujian semester di dalam kelas. Tiba – tiba sudah ramai sudah di atas. Bagian kesiswaan langsung menghubungi pihak Kepolisian,” kata Ana Sutramiaty Bawinto, Wali Kelas siswa tersebut.

Dia mengatakan bahwa setiap permasalahan seperti ini selalu ada bimbingan dari kelas maupun kesiswaan. Dan ada beberapa kali tidak masuk sekolah. Apalagi menurut siswi tersebut tergolong pintar dan berprestasi. Namun belakangan prestasi menurun karena diduga ada masalah di rumah.

Waka Polres Sangihe bersama aparat Babinsa yang ikut membantu proses evakuasi (KM-Zulfais)

Sementara itu Waka Polres Sangihe, Kompol Temmy Toni SIK menjelaskan bahwa karena dugaan permasalahan keluarga membuat siswa tersebut berbuat aksi nekat.

“Kita sudah himbau ke pihak sekolah untuk menghubungi keluarganya agar segera dijemput. Membawanya ke Rumah Sakit guna mengecek apakah ada dampak-dampak fisik dari peristiwa itu,” kata Waka Polres.

Selain itu Dia mengatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi siswi tersebut sampai keluarganya datang menjemput. Hal itu ntuk mengurangi resiko pengulangan percobaan bunuh diri.

Apalagi menurut Waka Polres jika keluarga siswi tersebut berada di Talaud. Dan Dia di Tahuna hanya tinggal di kos. Sehingga untuk sementara dititipkan dulu di Polres Sangihe.

“Ini sebagai wujud perhatian kita terhadap masalah apa pun yang terjadi pada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” pungkas Dia. (Zulfais)

Latest from Same Tags