KANALMETRO, MINAHASA – Setiap menjelang berakhirnya bulan Ramadan, tepatnya pada 10 malam terakhir, Umat Muslim di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa menggelar tradisi Maleman.
Dimana tradisi Maleman ini telah dilakukan oleh Umat Muslim di Kampung Jawa Tondano sejak jaman dahulu ketika Kyai Mojo tiba di tanah Minahasa.
“10 malam terakhir bulan Ramadan merupakan hari – hari istimewa karena diyakini turunnya malam lailatulqadar. Itu adalah malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan. Karena semua ibadah yang dilaksanakan akan dilipat gandakan pahalanya,” kata Arifin Kyai Demak selaku sekertaris Komunitas Jawa Tondano, Senin (17/4/2023).
Dia juga menjelaskan bahwa tradisi yang sudah sudah dilaksanakan sejak kedatangan Kyai Mojo di tanah Minahasa bertujuan untuk mendekatkan anak – anak dengan Mesjid.
Dimana dalam tradisi Maleman ini masyarakat membawa makanan berupa ambeng yakni sejumlah makanan yang terdiri dari berbagai macam lauk pauk dan juga nasi.
Selanjutnya dibagikan kepada para Jamaah dan anak – anak yang datang di Masjid untuk disantap secara bersama – sama.

