KANALMETRO, SULUT – Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Daerah Pemilihan Bolaang Mongondow Raya (Dapil BMR) melaksanakan Reses I Tahun 2025 di berbagai wilayah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dalam pertemuan ini, warga menyampaikan berbagai permasalahan, mulai dari infrastruktur, pertanian, hingga kesejahteraan nelayan dan pelaku UMKM.
Seska Ervina Budiman menggelar reses di Desa Modayag, Bolaang Mongondow Timur, pada 17 Maret 2025, kemudian di Kelurahan Kotobangon, Kotamobagu Timur, pada 18 Maret 2025. Warga mengusulkan pembangunan pagar sekolah dan gedung SMA 1 Modayag, pembangunan tanggul untuk melindungi rumah di sekitar sungai, serta perbaikan jalan lingkungan dan drainase di Kotobangon.

“Infrastruktur pendidikan dan jalan yang layak sangat penting bagi masyarakat. Saya akan mengawal aspirasi ini agar mendapat perhatian dari pemerintah,” ujar Seska.
Pada 17 Maret 2025, Feramitha Tiffani Mokodompit melaksanakan reses di Kotamobagu Utara, kemudian pada 18 Maret 2025 di Desa Otam, Desa Bantik, dan Kelurahan Mongkonai, Kota Kotamobagu. Warga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan saluran air bersih, drainase, jalan desa, serta bantuan pertanian dan perikanan.

“Air bersih dan jalan desa adalah kebutuhan mendasar masyarakat. Saya akan mengawal aspirasi ini agar segera mendapat perhatian,” ujarnya.
Dhea Lumenta dari Partai Gerindra melaksanakan reses pada 19 Maret 2025 di Desa Biak dan Desa Batu Rapak 2 serta pada 21 Maret 2025 di Desa Tandu. Warga menyampaikan aspirasi mengenai banjir akibat saluran air yang tidak mampu menampung debit air, kelangkaan pupuk bersubsidi, serta perbaikan jalan desa dan irigasi pertanian.
“Banjir dan kelangkaan pupuk menjadi kendala utama bagi masyarakat. Saya akan berupaya agar pemerintah segera mengambil langkah nyata,” katanya.

Pada 20 Maret 2025, Haslinda Rotinsulu bertemu warga di Kelurahan Kotobangon, Kotamobagu. Masyarakat meminta peningkatan infrastruktur jalan lingkungan, perbaikan drainase, serta dukungan bagi pelaku usaha kecil.
“Banyak usaha kecil yang membutuhkan bantuan modal dan pendampingan. Saya akan mengawal program bantuan bagi UMKM agar dapat meningkatkan perekonomian warga,” ungkap Haslinda.
Hary Porung menampung aspirasi warga di Kelurahan Mogolaing, Kotamobagu Timur, pada 21 Maret 2025. Warga meminta perhatian terhadap pembangunan infrastruktur, perbaikan jalan lingkungan, serta peningkatan fasilitas umum.

“Pembangunan infrastruktur yang baik adalah kebutuhan utama warga. Saya akan memperjuangkan agar ini segera terealisasi,” kata Hary.
Angelia Regina Wenas menyerap aspirasi masyarakat pada 22 Maret 2025 di Bolaang Mongondow Timur dan Kotamobagu. Warga nelayan di Boltim mengeluhkan kesulitan dalam proses pelaporan tiba berangkat dari pelabuhan, yang saat ini harus dilakukan di Syahbandar Minahasa Tenggara.
“Nelayan membutuhkan kemudahan dalam pengurusan laporan. Saya akan mengupayakan agar pelaporan bisa dilakukan di Syahbandar Kotabunan,” ujar Wenas.

Selain itu, masyarakat Kotamobagu meminta bantuan bagi pelaku UMKM guna meningkatkan perekonomian lokal. “Saya berkomitmen memperjuangkan bantuan usaha bagi masyarakat kecil agar ekonomi daerah semakin berkembang,” tuturnya.
Dengan berbagai aspirasi yang telah disampaikan, para anggota DPRD Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya menegaskan komitmen mereka untuk memperjuangkan kebijakan yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat. (advetorial)

