27 October 2026

Seminar dan Diskusi Sejarah Katolik di Tomohon Guna Peringati 150 Tahun Yubileum Pembaptisan Pertama

4 mins read
katolik tomohon
Narasumber serta peserta dalam seminar dan diskusi sejarah Katolik di Tomohon, Kamis (27/3/2025). KM-Wailan

KANALMETRO, TOMOHON – Dalam rangka memperingati Yubileum 150 tahun pembaptisan pertama, Kamis 27 Maret 2025 diadakan seminar dan diskusi mengenai Sejarah Tumbuh dan Berkembang Umat Katolik di Tomohon. Kegiatan itu dilaksanakan di aula Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon. Seminar ini dipimpin langsung oleh Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, Rafael Tanod Pr dengan moderator Frangky Wullur.

Pastor Rafael Tanod Pr dalam pengantarnya menekankan pentingnya menyambung rangkaian kisah sejarah yang terbentang selama 150 tahun. Dimaksud agar dari sejarah yang tersusun secara sistematis dapat memberikan pemahaman bagi umat khususnya di wilayah pelayanan Paroki Hati Kudus Yesus.

Dia menambahkan, hasil diskusi akan dikembangkan untuk mendapatkan data yang lebih akurat dan dirangkum dalam buku sejarah. Ruang lingkup pembahasan mencakup pendidikan, organisasi, kesehatan dan sejarah gereja dalam konteks Paroki Hati Kudus Yesus sebagai sentral misi Katolik di Keuskupan Manado.

“Saya harap tim yang akan menyusun buku tersebut dapat memperluas jangkauan penelusuran kepada tokoh-tokoh umat agar isinya dapat memiliki lebih banyak informasi. Karya ini juga akan menjadi sebuah langkah untuk mengapresiasi jasa-jasa para pendahulu umat yang sudah berkontribusi dalam perkembangan umat,” tukas Dia.

Eldad Tambun selaku tokoh umat Katolik Tomohon kesempatan itu menyampaikan materi soalpendidikan dan organisasi gerejani. Dia berbagi pengalamannya sejak akhir 1950-an hingga awal 2000-an.

“Saat menjalani profesi sebagai guru, saya juga terlibat langsung dalam kehidupan umat dengan aktif sejumlah organisasi gerejani dalam ruang lingkup kategorial. Seperti Kaum Bapak dan juga masuk dalam jajaran Dewan Pastoral Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon. Dalam konteks organisasi masyarakat (ormas) saya juga terlibat dalam Pemuda Katolik dan PMKRI,” ungkap Eldad Tambun.

Dia juga menambahkan, banyak celah yang bisa digali untuk memperkaya kisah sejarah yang dirangkum dalam buku.

Narasumber lainnya yakni, Sr Yustin Tiwow SJMJ menyampaikan kilas sejarah masuknya Kongregasi SJMJ. Dimana enam biarawati dari Belanda membawa misi pertama JMJ di Indonesia yang dimulai dari Tomohon. Lokasi tersebut berdampingan dengan Gereja Hati Kudus Yesus saat ini. Mulai dari rumah sakit dan sekolah yang menjadi bagian dari misi tersebut.

“Semua rumah sakit ini dulunya belum sebesar saat ini. Diawali dari sebuah klinik, seiring tahun berjalan, maka itu semua dapat berkembang dan akhirnya menjadi rumah sakit yang ditandai dengan peningkatan fasilitas-fasilitas medis, sudah termasuk tenaga dokter dan perawat,” ujar Dia.

Sejarawan Judie Turambi berbagi pengetahuan sejarah, termasuk fakta bahwa rumahnya di Paslaten adalah tempat pembaptisan katolik pertama di Tomohon pada 25 Desember 1875 silam.

“Secara pribadi saya sangat kagum dengan Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon, dimana perkembangannya diawali dengan pembaptisan dan diikuti dengan misi di bidang pendidikan dan kesehatan,” kata Judie Turambi.

Dia mengatakan semuanya berproses dengan waktu sehingga menjadi seperti saat ini. Sehingga diharapkan lewat kegiatan itu bisa diwujud nyatakan menjadi sebuah buku sejarah yang nantinya akan sangat penting untuk kemudian hari selain untuk sejarah gereja, pertumbuhan umat dan warisan kepada generasi yang akan datang.

Pastor Robert Mawuntu Pr selaku akademisi sejarah gereja menyinggung soal eksistensi Paroki Hati Kudus Yesus Tomohon sebagai pusat misi Katolik di Minahasa.

“Dahulunya paroki ini menjalankan fungsi sebagai Katedral pertama dan belum yang di Manado saat ini. Namun seiring berjalannya waktu kini berada di Manado. Jadi waktu itu semua misionaris Jesuit tinggal di Tomohon dan melakukan pelayanan pastoral di sejumlah wilayah seperti Tataaran, Tanawangko, Langowan, Manado dan sekitarnya,” jelas Pastor Robert Mawuntu Pr.

Disesi akhir perwakilan keluarga Langitan merupakan keturunan dari para penolong Katolik atau orang pribumi yang dibabtis pertama kali oleh Pater Van Meurs SJ pada Desember 1875 menyampaikan beberapa hal.

Editor: Roni Sepang

Latest from Same Tags