KANALMETRO, SANGIHE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe terus mempercepat upaya pemulihan pasca gempa bumi yang melanda wilayah perbatasan utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tersebut belum lama ini.
Sabtu 13 Juni 2026, dipimpin langsung Bupati, Michael Thungari, Pemkab Kepulauan Sangihe melakukan rapat koordinasi terkait penanganan dan pemulihan pasca bencana gempa bumi, diantaranya mengenai percepatan penyaluran bantuan bagi warga terdampak serta perbaikan sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
“Seluruh warga terdampak, baik yang mengalami kerusakan ringan, sedang maupun berat harus menerima bantuan secara merata. Pemerintah daerah berupaya agar seluruh bantuan dapat segera disalurkan dan tidak ada masyarakat terdampak yang terlewat,” ujar Dia.
Dimana berdasarkan data sementara, sebanyak 533 warga terdampak telah terdata sebagai penerima bantuan. Pemkab pun menargetkan seluruh bantuan sementara dapat segera disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing penerima.
Selain percepatan distribusi bantuan, seluruh perangkat daerah juga diminta aktif melaporkan kebutuhan dan kendala di lapangan. Langkah ini dilakukan agar pemerintah dapat melakukan penyesuaian serta memperkuat koordinasi dan sumber daya antar instansi guna mempercepat proses pemulihan.
Rapat tersebut juga membahas sejumlah kerusakan fasilitas umum yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maupun Pusat. Fasilitas yang menjadi prioritas penanganan meliputi sekolah, rumah dinas guru, madrasah, puskesmas hingga rumah ibadah.
“Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama karena kegiatan belajar mengajar harus segera kembali normal. Di beberapa wilayah terdampak, proses pembelajaran masih berpotensi dilakukan di luar ruangan apabila perbaikan fasilitas belum dapat segera dilaksanakan,” tegas Michael Thungari.
Sementara itu, terkait rumah ibadah yang mengalami kerusakan, Pemkab Kepulauan Sangihe telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Masyarakat bersama pengelola rumah ibadah diminta menyiapkan proposal sebagai dasar pengajuan bantuan.
Pemkab juga berharap dukungan Pemerintah Provinsi dan Pusat agar proses rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur publik dapat dipercepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera pulih.
Selain mengevaluasi kondisi terkini, rapat koordinasi tersebut juga membahas rencana penanganan selama sepekan ke depan. Termasuk pemetaan stok bantuan yang tersedia, kebutuhan tambahan logistik serta strategi distribusi agar seluruh wilayah terdampak dapat terlayani secara optimal.
Rapat itu juga dihadiri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. (zulfais)

