KANALMETRO, TOMOHON – Salah satu bentuk kontribusi untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tomohon ke 19, maka Jurnalis Tomohon Hebat (JTH) akan melaksanakan lomba karya tulis.
Mengambil tema 19 Tahun Perkembangan Kota Tomohon, lomba karya tulis tersebut akan dilaksanakan, Sabtu (22/1/2022) mulai pukul 09.00 Wita di Lantai 3 kantor Sekretariat Daerah Kota.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Edwin Roring mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam lomba tersebut. Apalagi menurutnya jika lomba itu merupakan side event HUT Kota Tomohon ke 19.
“Mari sukseskan kegiatan srategis ini. Dan kiranya JTH agar mempersiapkan dengan baik semua kebutuhan kegiatan lomba,” kata Roring didamping Asisten Pemerintah dan Kesra JST Pandeirot yang juga Ketua Panitia HUT Kota Tomohon ke 19.
Sementara Yongkie Sumual selaku Ketua JTH dan Sekretaris Jerry Uno menjelaskan bahwa, selain tema yang ada. Karya tulis juga harus memuat sub tema Impian Kota Tomohon di Masa Depan.
“Karya tulis bukan hasil ciplak atau pernah tayang dalam media, media sosial atau terbitan buku lainnya. Harus merupakan hasil pikiran sendiri sesuai tema dan sub tema lomba. Penilaian akan langsung dilakukan saat lomba berlangsung,” jelas Sumual.
Lanjutnya, untuk durasi lomba akan diberikan waktu cukup bagi peserta. Dan jumlah tulisan dalam setiap karya tulis maksimal 1500 hingga 2000 kata, dengan spasi 1,5, jenis huruf Times New Roman, font 12 dan ukuran kertas F4.
“Hasil karya tulis menjadi hak milik Panitia dan Pemerintah Kota Tomohon untuk dibukukan,” tambahnya.
Selain itu dikatakannya bahwa hasil karya tulis akan dinilai oleh tim penilai dari unsur Pers dan Akademisi. Pengumuman hasil akan dilaksanakan pada 26 Januari 2022.
“Tiga pemenang akan mendapat hadiah uang tunai dan piagam dari Walikota Tomohon,” kata Sumual.
Uno menambahkan bahwa peserta lomba adalah pemuda utusan setiap Kelurahan di Tomohon, dan wajib membawa laptop sendiri beserta flashdisk.
“Peserta berpakaian bebas rapih, tidak dipungut biaya pendaftaran, membawa KTP dan wajib menerapkan protokol kesehatan,” pungkas Uno.

