Perkemahan Kreatif Remaja Sinode GMIM tahun 2025 malam puncak penutupan Jumat 4/7 malam di ditutup kegiatan berlangsung selama sepekan, dari 30 Juli lalu.
Sekita 12 ribu Remaja GMIM mengikuti dalam penutupan berlangsung di bumi perkemahan Sea Minahasa. ibadah yang dikemas dan diakhiri dengan api unggun.
dalam puncak tersebut membacakan
Pada Penguman Lomba Tenda Kreatif Perkemahan Ramaja Sinode Gmim yang telah dilangsungkan. Paling dinanti adalah lomba tenda Seri A dan Seri B. Dari 300 tenda yang ikut serta, Terpilih 1 tenda terbaik.
peserta lomba tenda Seri A dalam Perkemahan Kreatif Remaja Sinode GMIM tahun 2025 di wilayah Sea:
Juara 1 Seri A Tenda Kreatif Remaja Sinode GMIM 2025 diraih Remaja GMIM Kasuruan Kumapey Motoling Dua.
Bobby Tiwa Ketua Tim Kerja Perkemahan Remaja Kasuruan Kumapey, Tema perkemahan Remaja Sinode.Gmim Bait Suci Menjadikan Remaja GMIM yang Berakar, Bertumbuh, dan Berbuah bagi Kemuliaan Nama Tuhan di PKRG 2025
Tapi Tema Tenda Remaja Gmim kasuruan Kumapey mendalam ke lambang GMIM burung manguni Perkemahan tersebut dilaksanakan setiap tahun. Tak ingin kehilangan momen GMIM Kasuruan Kumpamey Motoling Dua unjuk kebolehan untuk mengasah keterampilan di bidang Kreatifitas dengan mengikuti lomba tenda seri A ,
Usaha itu pun berbuah manis. Lomba Tenda dari meraih peringkat pertama. Hadiah langsung diterima saat penutupan mengungkapkan, penghargaan ini dipersembahkan untuk kemuliaan nama Tuhan.
“Usaha , tim kerja, serta semua yang terlibat dalam proses pembuatan tenda kreatif ini, nyanda (tidak,red) sia-sia. Karena torang (kita, red) boleh juara satu. Semua ini untuk kemuliaan nama Tuhan,” turur Tiwa
Sabtu 5/07/2025
Lepas dari samua euforia itu, pihaknya kembali ke maksud dan tujuan utama mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, PKRG merupakan momen untuk menggali kreatifitas dari teman-teman Dan adik adik Remaja, sekaligus membangun kebersamaan.
“Banya sekali pelajaran yang torang boleh dapa di sini. Yang manja-manja, so boleh mandiri. Yang nembole mo ator, so dengar-dengaran dan masih banyak lagi perubahan-perubahan positif terjadi,” akunya.
Tenda kreatif Remaja Gmim Kasuruan Kumapay Motoling Dua mengangkat tema, burung Manguni. mengkelaborasikan Tema Bait Suci ,tema Manguni tersebut bukan tanpa sebab.
“Selain Manguni sebagai ikon Minahasa, torang mo se tunjung kalo GMIM kaya dengan kebudayaan. Ini simbol injil dan kebudayaan di tanah Minahasa yang torang nimbole se lepas,”
Tenda kreatif yang diaplikasikan tersebut, juga berhubungan dengan Minahasa sebagai salah satu daerah super prioritas di bidang kepariwisataan. Tenda Manguni pun dirakit dengan gaya arsitektur terbaik bukan hanya untuk mengejar gelar juara. Akan tetapi, hal ini juga demi mendukung program pemerintah untuk mendatangkan wisatawan.
“Torang pe tenda banya yang jaga datang. Orang sini sampe orang luar ja ba datang di tenda. Torang sambut dengan ramah for tunjukan citra Remaja GMIM,” tutupnya.

